Pramono Jemput Investor Singapura untuk MRT Jakarta

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Langkah agresif Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memburu investasi asing kembali menjadi sorotan. Dalam pertemuan langsung dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Perdana Menteri Singapura, Pramono menawarkan proyek-proyek strategis bernilai triliunan rupiah, termasuk pembangunan MRT Jakarta Fase 3 dan Fase 4 serta pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang digadang-gadang menjadi wajah baru Jakarta sebagai kota global.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda diplomasi biasa. Di tengah persaingan ketat antar kota besar Asia dalam memperebutkan modal global, Pramono tampil membawa misi besar: mengundang Singapura untuk menjadi mitra utama transformasi Jakarta menuju pusat ekonomi dan bisnis berkelas dunia.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pertemuan itu, Pramono menegaskan bahwa Jakarta menawarkan peluang investasi yang menjanjikan karena merupakan salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Menurutnya, investasi yang masuk ke Jakarta tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga memperkuat perekonomian ASEAN dan memberikan nilai tambah bagi Singapura sebagai mitra strategis kawasan.

Proyek MRT Fase 3 dan Fase 4 menjadi magnet utama yang ditawarkan. Jalur transportasi massal tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas Jakarta dalam menghadapi pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Selain itu, pengembangan kawasan TOD dinilai mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang terintegrasi dengan sistem transportasi modern.

Pramono juga menjual kepastian regulasi kepada investor Singapura. Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan proses investasi yang lebih mudah, transparan, efisien, dan konsisten. Kepastian hukum dan kebijakan, menurutnya, menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor internasional.

Pengamat menilai langkah Pramono memiliki nilai strategis tinggi. Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia dengan pengalaman kuat dalam pembangunan kawasan perkotaan modern, transportasi publik, dan pengelolaan properti terpadu. Jika lobi investasi ini berhasil, Jakarta berpotensi memperoleh suntikan modal besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa terlalu membebani anggaran daerah.

Pertemuan tersebut juga berlangsung di sela rangkaian World Cities Summit (WCS) 2026 di Singapura, forum internasional yang mempertemukan para pemimpin kota dunia untuk membahas pembangunan berkelanjutan dan investasi perkotaan. Momentum itu dimanfaatkan Pramono untuk memperluas jejaring sekaligus mempromosikan Jakarta sebagai destinasi investasi global.

Kini publik menunggu hasil konkret dari diplomasi investasi tersebut. Akankah Singapura kembali menjadi motor utama pembangunan transportasi modern Jakarta, atau justru membuka babak baru kerja sama ekonomi yang lebih luas? Yang jelas, langkah Pramono menunjukkan bahwa persaingan membangun kota global tidak lagi cukup dengan perencanaan, tetapi juga membutuhkan keberanian menjemput investasi langsung ke pusat-pusat keuangan dunia.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.