JAKARTA, Radarjakarta.id – Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu memperkuat upaya pemberdayaan warga lanjut usia (lansia) melalui sosialisasi Bina Keluarga Lansia (BKL) bertema “Lansia Tetap Berdaya di Usia Senja”. Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti sekitar 60 peserta, terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Tim Penggerak PKK, kader BKL, kader Dasa Wisma, hingga Tim Pendamping Keluarga.
Kepala Suku Dinas PPAPP Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan Panjaitan, menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup lansia memerlukan sinergi antara pemerintah, keluarga, kader, dan masyarakat. Menurutnya, perhatian terhadap lansia tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk belajar, beraktivitas, bersosialisasi, serta berkontribusi di lingkungan sekitar.
“Melalui Sekolah Lansia, kami berharap para lansia di Kepulauan Seribu dapat terus hidup sehat, mandiri, aktif, dan produktif sehingga mampu menikmati masa senja dengan bahagia dan bermakna,” ujar Simon. Ia menambahkan, keluarga merupakan pilar utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap memiliki semangat menjalani kehidupan sekaligus mempertahankan peran positif di tengah masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh materi dari narasumber Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ferdinando Lukas, serta dr. Yulia Andanimurti, M.K.K. Ferdinando menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan bagian dari Program Lansia Berdaya yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pembelajaran berbasis tujuh dimensi lansia tangguh, meliputi aspek intelektual, fisik, sosial, spiritual, profesional atau vokasional, emosional, dan lingkungan. Program ini juga mencakup pendampingan kesehatan, penguatan keluarga, hingga pengembangan keterampilan dan kewirausahaan sesuai potensi peserta.
Sementara itu, dr. Yulia Andanimurti menekankan pentingnya penerapan lima pilar lansia sehat, yakni mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, menjaga kualitas tidur, memelihara kesehatan mental, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting agar lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, bahagia, dan tetap produktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Saat ini, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu memiliki tujuh kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), namun baru satu Sekolah Lansia yang aktif beroperasi, yakni di Kelurahan Pulau Untung Jawa. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperluas pembentukan Sekolah Lansia di wilayah lain, meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan penyuluh keluarga berencana dan kondisi geografis antarpulau. Sebagai tindak lanjut, Sudin PPAPP akan melakukan monitoring, mengaktifkan kembali kelompok BKL, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat kehadiran Sekolah Lansia di seluruh wilayah Kepulauan Seribu.***











