JAKARTA, Radarjakarta.id – Memasuki usia lanjut bukan alasan untuk berhenti belajar dan berkarya. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam Orientasi Sekolah Lansia Ratu Sinuhun (SLRS) Srikandi TP Sriwijaya Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Aula Gedung Prodia Kramat Raya, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.Ikom., secara resmi membuka orientasi yang menandai dimulainya pembelajaran peserta didik SLRS angkatan II program S1 dan angkatan I program S2. Ia menegaskan, SLRS tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang memperkuat kesehatan, persaudaraan, silaturahmi, dan kebahagiaan para lansia.
“Sekolah Lansia Ratu Sinuhun bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua bagi teman sebaya. Di sini kita bisa bercerita, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, menambah ilmu, dan membuktikan bahwa belajar tidak pernah mengenal batas usia,” ujar Nyimas Aliah.
Menurut Nyimas Aliah, salah satu kekhasan SLRS adalah konsep pembelajaran berbasis komunitas Belajasumba. Ia berharap sekolah tersebut menjadi ruang bagi lansia untuk tetap aktif dan produktif sekaligus saling berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Untuk memperkuat keberlanjutan program, Srikandi TP Sriwijaya juga tengah menggodok rencana pembentukan Yayasan Ratu Sinuhun.
Orientasi juga mengangkat semangat “Sekolah Lagi, Ibadah Dulu, Ketawa Bareng.” Pesan tersebut mencerminkan ajakan untuk terus belajar, menjadikan pencarian ilmu sebagai bagian dari ibadah, serta membangun kebersamaan. Peserta juga mengikuti kegiatan Pohon Harapan dengan menuliskan mimpi dan harapan yang ingin diwujudkan selama mengikuti pendidikan di SLRS.
Dukungan terhadap program turut datang dari SMK 88 Kesehatan Jagakarsa. Para pendidik dan siswa diharapkan berbagi pengetahuan tentang pendampingan serta perawatan lansia. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Direktorat Ketahanan Keluarga dan Lansia, Dirjen Kemendukbangga BKKBN, Uci Asmanah, SE., SS., M.Ikom., serta sejumlah pengurus Srikandi TP Sriwijaya, fasilitator, mitra, dan peserta didik.
Menutup kegiatan, Nyimas Aliah mengajak seluruh peserta menjadikan SLRS sebagai rumah kedua yang dipenuhi ilmu, iman, kesehatan, persaudaraan, dan kebahagiaan. “Usia hanyalah angka. Semangat kita yang paling utama. Mari kita jalani sekolah ini bersama dengan hati gembira, saling mendukung, dan terus belajar,” tegasnya. Orientasi SLRS 2026/2027 pun resmi dibuka sebagai momentum menegaskan bahwa belajar, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama tidak mengenal batas usia.|Guffe*











