JAKARTA, Radarjakarta.id – Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang mengendarai sepeda motor dan kemudian didatangi sejumlah pelaku.
Dalam kejadian itu, motor korban disebut ditendang hingga membuat situasi semakin tegang. Pelaku juga meneriaki korban dengan sebutan “maling”. Aksi tersebut membuat korban berada dalam kondisi terancam dan berupaya menyelamatkan diri dari serangan.
Korban juga mengaku mendapat ancaman serius dari pelaku. Salah satu kalimat yang disebut dilontarkan saat penyerangan adalah, “Lu mau mati di sini?” Ancaman tersebut menjadi bagian dari kronologi yang kini mendapat perhatian karena korban merupakan Koordinator BEM UI.
Peristiwa itu berlangsung di Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian beredar dan memunculkan perhatian terhadap keamanan mahasiswa serta potensi tindak kekerasan di ruang publik.
Kronologi lengkap, termasuk identitas para pelaku, motif penyerangan, serta kondisi terkini korban, masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak kepolisian dan korban. Prinsip praduga tak bersalah tetap perlu dikedepankan sampai proses penyelidikan memberikan kejelasan.
Kasus Koordinator BEM UI diserang tersebut juga menjadi perhatian karena adanya dugaan pengeroyokan, ancaman pembunuhan, serta tindakan terhadap kendaraan korban. Aparat diharapkan dapat mengusut peristiwa tersebut secara profesional dan mengungkap pihak yang terlibat.|Bemby*











