Polda Kaltim Ungkap 300 Kasus Narkoba, 351 Ditangkap

banner 468x60

BALIKPAPAN|Mediaerabaru.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur mencatat hasil signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026. Selama satu bulan operasi berlangsung, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur berhasil mengungkap 300 kasus tindak pidana narkotika dengan mengamankan 351 tersangka, melampaui target operasi yang telah ditetapkan. Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polda Kaltim dalam mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkoba di wilayah Kalimantan Timur.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim menjelaskan, Operasi Antik Mahakam 2026 tidak lagi hanya berorientasi pada penangkapan pelaku, tetapi juga menyasar aliran keuangan hasil kejahatan narkotika. Strategi ini diterapkan untuk memutus mata rantai bisnis narkoba dengan menyita aset yang diduga berasal dari tindak pidana pencucian uang (TPPU), sehingga para bandar kehilangan kemampuan untuk kembali menjalankan jaringan peredarannya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Salah satu pengungkapan terbesar terjadi di Kabupaten Paser. Polisi membongkar aktivitas seorang bandar sabu yang diduga mampu mengedarkan sekitar 1,5 kilogram sabu setiap bulan. Dari pengungkapan tersebut, penyidik menyita sejumlah aset bernilai miliaran rupiah, antara lain uang tunai sekitar Rp1 miliar, lahan perkebunan sawit seluas 13 hektare, kendaraan, serta aset lain yang diduga dibeli dari hasil bisnis haram narkotika.

Penyelidikan juga mengungkap modus operandi jaringan tersebut yang menjadikan pekerja perkebunan sawit dan sektor pertambangan sebagai sasaran utama pemasaran narkoba. Kondisi wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi dinilai dimanfaatkan para pelaku untuk memperluas peredaran sabu. Karena itu, Polda Kaltim memperkuat langkah preventif melalui edukasi, patroli, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna menekan permintaan narkotika.

Keberhasilan Operasi Antik Mahakam 2026 menunjukkan perubahan strategi penegakan hukum yang lebih komprehensif. Selain menangkap pelaku, aparat kini fokus menghancurkan kekuatan finansial sindikat dengan prinsip “miskinkan bandar narkoba”, sehingga jaringan tidak lagi memiliki modal untuk melanjutkan aktivitas peredaran gelap.

Polda Kalimantan Timur menegaskan perang terhadap narkoba akan terus diperkuat melalui penindakan yang tegas, pengembangan kasus hingga ke jaringan yang lebih besar, serta penelusuran aset hasil kejahatan. Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif memberikan informasi terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika demi menciptakan Kalimantan Timur yang aman dan bebas dari ancaman narkoba.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.