SUMUT, Radarjakarta.id — Penyanyi dangdut populer Lesti Kejora kembali mencuri perhatian publik setelah nekat terjun langsung ke lokasi banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara serta Aceh, meski tengah hamil tujuh bulan anak ketiganya. Kehadirannya bersama sang suami, Rizky Billar, menjadi sorotan karena dilakukan di tengah kondisi bencana yang masih rawan.
Lesti mengungkapkan usia kandungannya sudah memasuki jalan tujuh bulan saat tampil dalam program televisi. Meski demikian, ia bersikeras ingin melihat langsung kondisi warga terdampak karena pernah merasakan tinggal di posko pengungsian pada masa kecilnya.
Sebelum berangkat, Lesti dan Billar melakukan penggalangan dana dan berhasil mengumpulkan Rp 64 juta, melebihi target awal Rp 50 juta. Dana tersebut disalurkan langsung kepada warga di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di tengah posko, Lesti bahkan menyempatkan diri menghibur warga dengan bernyanyi dan bermain bersama anak-anak.
Aksi kemanusiaan ini menuai apresiasi dari berbagai selebritas, termasuk Melaney Ricardo yang menyebut keberanian Lesti sebagai tindakan yang patut dipuji. Billar menegaskan bahwa niat mereka murni untuk memberikan dukungan moral dan semangat kepada warga yang terdampak bencana.
Namun keputusan Lesti tetap menuai kritik. Banyak pihak mengkhawatirkan kondisi kesehatannya mengingat ia tengah hamil besar, memiliki riwayat melahirkan secara caesar, serta pernah mengalami kehamilan prematur. Dokter kandungan turut mengingatkan bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari aktivitas berat dan risiko jatuh.
Lesti mengaku tetap merasa nyaman menjalani aktivitas padat meski sedang hamil besar. Ia mengungkapkan bahwa awalnya Billar berangkat sendiri, namun dorongan rasa empati membuat dirinya meminta izin untuk ikut melihat kondisi warga secara langsung.
Billar menuturkan bahwa meski air mulai surut, dampak banjir masih sangat dirasakan warga yang kekurangan akses pangan dan dukungan logistik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menitipkan donasi untuk disalurkan kepada para penyintas bencana di Sumatera.***











