Bupati Ardito Goda Jurnalis Saat Diborgol KPK

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya kembali memicu kehebohan publik. Bukan hanya karena statusnya sebagai tersangka suap miliaran rupiah, tetapi karena aksinya yang tak lazim: menggoda jurnalis perempuan di depan kamera ketika sedang dibawa ke mobil tahanan KPK.

Insiden itu terjadi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sesaat setelah Ardito resmi mengenakan rompi oranye dan tangannya diborgol. Ketika wartawan menanyakan reaksinya atas penetapan tersangka, Ardito bukannya menjawab, melainkan tersenyum sambil menatap seorang jurnalis perempuan yang berdiri di depannya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kamu cantik hari ini,” ucapnya santai, seolah bukan tersangka kasus korupsi yang hendak ditahan. Ucapan itu sontak membuat situasi gaduh, sementara Ardito langsung naik ke mobil tahanan tanpa menjawab satu pun pertanyaan kasusnya.

Di sisi lain, KPK membeberkan konstruksi perkara yang menyeret Ardito. Setelah dilantik sebagai Bupati pada Februari–Maret 2025, Ardito disebut memerintahkan anggota DPRD Lampung Tengah, Riki Hendra Saputra, untuk mengatur pemenang proyek pengadaan barang dan jasa melalui skema penunjukan langsung E-Katalog. Perusahaan yang harus menang disebut berasal dari keluarga dan tim pemenangan Ardito.

KPK menemukan aliran uang Rp5,75 miliar yang diduga diterima Ardito, termasuk untuk melunasi utang kampanye Pilkada 2025–2030. Dari APBD Lampung Tengah tahun 2025 yang mencapai Rp3,19 triliun, Ardito diduga mematok fee 15–20 persen dari berbagai proyek strategis.

Bersama Ardito, empat orang lain ikut dijerat:

Riki Hendra Saputra (anggota DPRD),

Ranu Hari Prasetyo (adik Ardito),

Anton Wibowo (Plt Kepala Bapenda),

dan Mohamad Lukman Sjamsuri (direktur PT EM/Elkaka Mandiri).

Kelima tersangka merupakan hasil OTT KPK 9–10 Desember 2025, dan kini resmi dijerat pasal suap penerimaan hadiah atau janji terkait proyek di Pemkab Lampung Tengah.

Insiden “goda jurnalis” itu membuat nama Ardito kembali mencuat dan menjadi bahan sorotan nasional. Publik menilai sikapnya tak menunjukkan penyesalan, justru terkesan menantang di tengah jerat hukum yang semakin dalam.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.