JAKARTA, Radarjakarta.id – Nama Nikita Mirzani kembali menjadi sorotan publik. Meski kini menjalani masa hukuman penjara setelah putusan kasasinya ditolak Mahkamah Agung, artis kontroversial tersebut disebut masih menerima pemasukan hingga ratusan juta rupiah setiap bulan. Fakta ini memicu perbincangan luas di media sosial dan menjadi salah satu topik hiburan paling hangat dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah media nasional mengungkap bahwa sumber pemasukan Nikita tidak sepenuhnya berhenti meski aktivitasnya di dunia hiburan terhenti. Pendapatan tersebut disebut berasal dari berbagai lini bisnis, kontrak kerja sama yang masih berjalan, pengelolaan aset, hingga kanal digital yang tetap menghasilkan pemasukan pasif.
Nikita selama ini dikenal bukan hanya sebagai artis dan presenter, tetapi juga pebisnis yang memiliki sejumlah usaha dan aset. Kariernya yang telah berlangsung lebih dari satu dekade membuatnya memiliki banyak sumber pendapatan di luar pekerjaan sebagai figur publik.
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada status hukum Nikita. Mahkamah Agung sebelumnya menolak permohonan kasasi yang diajukannya sehingga vonis enam tahun penjara dalam perkara pemerasan dan tindak pidana pencucian uang tetap berlaku. Putusan tersebut mengakhiri rangkaian panjang proses hukum yang sempat menyita perhatian masyarakat.
Pengamat hiburan menilai fenomena ini menunjukkan bahwa banyak selebritas modern tidak lagi bergantung pada honor tampil di televisi atau panggung. Aset, bisnis, investasi, dan monetisasi digital kini menjadi sumber pemasukan utama yang tetap berjalan meski sang pemilik tidak aktif bekerja secara langsung.
Namun demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang merinci secara detail jumlah pasti pemasukan bulanan Nikita. Informasi mengenai nominal ratusan juta rupiah masih bersumber dari pemberitaan dan keterangan pihak-pihak terdekat yang dikutip sejumlah media nasional.
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan publik. Sebagian menilai keberhasilan membangun sumber pendapatan pasif merupakan bentuk kecerdasan finansial, sementara sebagian lainnya mempertanyakan bagaimana seorang figur publik yang tengah menjalani hukuman tetap mampu mempertahankan gaya hidup dan kekuatan ekonomi yang besar.***











