Pascabencana Sumut, Bobby Nasution: 41 Korban Yang Hilang Diduga Terseret Arus Banjir

banner 468x60

MEDAN, Radarjakarta.id  – Tujuh bulan setelah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, duka masih menyelimuti ribuan keluarga korban. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengungkapkan sebanyak 41 korban hingga kini belum ditemukan, meski berbagai upaya pencarian dan pemulihan telah dilakukan sejak bencana besar yang terjadi pada akhir 2025 lalu.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi lapangan, puluhan korban yang belum ditemukan tersebut diduga kuat terseret arus banjir bandang yang menghantam sejumlah daerah terdampak.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Masih ada 41 orang yang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Berdasarkan hasil di lapangan, kemungkinan besar mereka terseret arus banjir bandang,” ujar Bobby dalam keterangannya di Medan.

Bencana yang melanda Sumut pada penghujung 2025 tercatat sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah provinsi tersebut. Data pemerintah menunjukkan lebih dari 1,8 juta jiwa terdampak di berbagai kabupaten dan kota, sementara korban meninggal mencapai ratusan orang. Kerusakan juga meluas ke sektor perumahan, pendidikan, kesehatan, pertanian hingga infrastruktur publik.

Di sektor infrastruktur, ratusan jembatan dan ruas jalan mengalami kerusakan, sementara puluhan ribu rumah warga terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Pemerintah pusat bersama Pemprov Sumut kini fokus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijadwalkan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.

Bobby menegaskan bahwa fase tanggap darurat telah berakhir dan pemerintah kini memasuki tahap pemulihan pascabencana. Fokus utama diarahkan pada pembangunan hunian tetap bagi korban, pemulihan ekonomi masyarakat, serta perbaikan infrastruktur vital yang menjadi urat nadi aktivitas warga.

Pemerintah Provinsi Sumut juga terus mengupayakan pembangunan ribuan hunian bagi korban yang kehilangan tempat tinggal agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal. Berbagai bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah lain terus disalurkan guna mempercepat pemulihan kawasan terdampak.

Meski proses pembangunan mulai berjalan, keberadaan 41 korban yang belum ditemukan menjadi pengingat bahwa tragedi tersebut masih menyisakan luka mendalam bagi banyak keluarga. Harapan untuk menemukan kepastian nasib para korban tetap menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat Sumatera Utara.|Budi Doremi*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.