JAKARTA BARAT — Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengapresiasi keberhasilan program urban farming di RPTRA Kalijodo, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora. Dari lahan produktif tersebut, warga dan pengelola berhasil memanen 45 kilogram golden melon, 12 kilogram labu madu, serta 27 kilogram ikan nila pada Jumat (28/8/2026).
Iin menilai hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa ruang publik seperti RPTRA dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menghasilkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, keberhasilan budidaya tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan lahan di perkotaan bukan menjadi hambatan untuk mengembangkan pertanian.
“Ini luar biasa. Tanaman yang dirawat dengan baik dapat tumbuh dan menghasilkan. RPTRA bukan hanya tempat berkegiatan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk urban farming yang produktif,” ujar Iin.
Keberhasilan panen di RPTRA Kalijodo tidak terlepas dari kolaborasi pengelola RPTRA, TP PKK, jajaran kecamatan dan kelurahan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, serta para pegiat lingkungan. Pemanfaatan teknologi pertanian juga dinilai ikut menunjang kualitas dan produktivitas tanaman.
Iin meminta Sudin KPKP Jakarta Barat melakukan evaluasi sekaligus mendokumentasikan pola budidaya di RPTRA Kalijodo. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi bahan edukasi bagi pengelola RPTRA dan kader PKK di wilayah lain agar keberhasilan serupa dapat diterapkan di lahan terbatas.
“Nanti tim Sudin KPKP bersama jajaran akan melihat kenapa hasil di RPTRA Kalijodo premium, besar-besar, dan cepat berbuah. Ini bisa menjadi bahan berbagi informasi dan edukasi kepada petugas RPTRA lainnya serta anggota PKK,” katanya.
Urban farming di RPTRA Kalijodo sendiri bukan program baru. Kawasan tersebut telah beberapa kali menghasilkan komoditas pertanian dan perikanan, termasuk golden melon, labu madu, sayuran hidroponik, serta ikan. Pemerintah Kota Jakarta Barat juga berencana menggelar panen serentak di 127 titik urban farming pada September 2026, sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan perkotaan.| Hendra*











