Logo Bank Mandiri Dicopot Jelang Demo 27 Agustus, Ini Faktanya

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Logo Bank Mandiri yang sebelumnya terpasang di bagian atas gedung di Jalan M.H. Thamrin, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, mendadak dicopot pada Senin (24/8/2026). Perubahan tampilan gedung tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi, terutama karena terjadi menjelang rencana aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026.

Sejumlah media melaporkan, foto dan video pencopotan logo tersebut beredar luas melalui media sosial. Unggahan yang memperlihatkan perbedaan kondisi gedung sebelum dan sesudah logo dilepas kemudian dikaitkan warganet dengan polemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, hingga Rabu (26/8/2026), belum ada keterangan resmi dari Bank Mandiri yang menyebut pencopotan logo tersebut berkaitan dengan rencana demonstrasi atau langkah pengamanan menghadapi aksi massa. Karena itu, anggapan bahwa bank sengaja menghilangkan identitas perusahaan untuk menghindari amukan massa masih sebatas spekulasi.

Viral di Tengah Polemik Rekening Supriyono

Pencopotan logo menjadi sorotan setelah Bank Mandiri sebelumnya mengakui pemblokiran rekening milik Supriyono alias Botok. Rekening tersebut dilaporkan memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta, yang menurut Supriyono merupakan gabungan dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan operasional peserta aksi.

Rencana aksi AMPB dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Pemblokiran rekening tersebut kemudian memunculkan kritik dan seruan boikot dari sebagian pengguna media sosial.

Supriyono sebelumnya mengaku mengetahui rekeningnya tidak dapat digunakan ketika hendak melakukan transfer. Ia menyebut dana yang tersimpan di dalam rekening tersebut juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan peserta aksi dari Pati yang berada di Jakarta.

Bank Mandiri: Pemblokiran atas Permintaan Aparat

Bank Mandiri telah memberikan klarifikasi mengenai pemblokiran rekening tersebut. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.

Menurut Adhika, pemblokiran bukan merupakan keputusan sepihak Bank Mandiri, melainkan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum (APH) dan dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.

“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.”

Bank Mandiri juga menyatakan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan.

Benarkah Logo Dicopot karena Takut Demo?

Pertanyaan tersebut muncul setelah logo Bank Mandiri terlihat tidak lagi terpasang di gedung kawasan M.H. Thamrin. Pegiat media sosial Yusuf Dumdum juga ikut menyoroti perubahan tersebut dan mempertanyakan apakah pencopotan berkaitan dengan pengamanan menjelang aksi atau sekadar kebetulan.

Akan tetapi, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pencopotan logo dilakukan karena Bank Mandiri takut menjadi sasaran massa. Sejumlah pemberitaan juga menekankan bahwa alasan resmi pencopotan logo belum disampaikan kepada publik.

Dengan demikian, dua peristiwa polemik pemblokiran rekening Supriyono dan pencopotan logo Bank Mandiri memang terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Namun, hubungan sebab-akibat di antara keduanya belum terkonfirmasi.

Menunggu Penjelasan Resmi

Pencopotan identitas perusahaan dari sebuah gedung dapat disebabkan berbagai hal, mulai dari pekerjaan pemeliharaan, renovasi, perubahan tampilan bangunan, hingga alasan teknis lainnya. Tanpa penjelasan dari pihak terkait, publik belum dapat menyimpulkan alasan sebenarnya.

Di tengah tingginya perhatian terhadap rencana aksi 27 Agustus, informasi mengenai pencopotan logo tersebut pun perlu disikapi secara proporsional. Fakta yang telah terkonfirmasi adalah logo terlihat sudah dilepas, sementara dugaan bahwa tindakan itu merupakan bentuk antisipasi terhadap demonstrasi masih berada pada ranah spekulasi.

Bank Mandiri sendiri telah menyatakan posisi resminya mengenai polemik rekening Supriyono: pemblokiran dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum dan diklaim telah mengikuti prosedur yang berlaku.

Dengan demikian, narasi bahwa “Bank Mandiri ketakutan” atau sengaja mencopot logo untuk menghindari amukan massa belum dapat dipastikan sebagai fakta. Publik masih menunggu penjelasan resmi mengenai alasan pencopotan logo tersebut.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.