Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda, Pesanan Perdana 100 Kg Dibuka di KKI 2026

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Teh Java Preanger mencuri perhatian investor internasional dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Produk unggulan berindikasi geografis asal Jawa Barat itu berhasil menarik minat buyer asal Belanda yang memasok jaringan kafe di sejumlah wilayah Eropa.

Ketertarikan tersebut mencuat dalam Pitching Session Produk Indikasi Geografis bertema “Jejak Kualitas: Menggali Cita Rasa Lada Putih Muntok dan Teh Java Preanger” yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (23/8/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pertemuan bisnis tersebut menjadi momentum penting bagi Teh Java Preanger untuk memperluas pasar sekaligus membuktikan bahwa produk lokal dengan karakteristik khas daerah memiliki peluang besar masuk ke rantai pasok global.

Pemilik Teh Java Preanger, Rohayati Suprihatini, mengatakan buyer asal Belanda yang ditemuinya merupakan pemasok untuk jaringan kafe di berbagai wilayah Belanda, bahkan telah menjangkau Paris.

Menurut Rohayati, buyer tersebut memang secara khusus mencari produk yang telah memiliki sertifikasi indikasi geografis resmi. Penelusuran melalui internet kemudian mempertemukan mereka dengan Teh Java Preanger.

“Untuk tahap awal ini, mereka meminta kesepakatan order sekitar 100 kilogram produk green tea steaming (sencha powder). Jika respons pasarnya besar, mereka berencana memperluas distribusinya ke negara-negara Eropa lainnya,” ujar Rohayati.

Kesepakatan awal tersebut dinilai menjadi pintu masuk strategis bagi Teh Java Preanger untuk memperkuat penetrasi pasar Eropa. Bukan tidak mungkin, permintaan tersebut berkembang menjadi distribusi dalam skala lebih besar apabila produk mendapat respons positif dari konsumen.

Rohayati menyebut Teh Java Preanger memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik di pasar internasional, mulai dari karakter cita rasa hingga kandungan antioksidan yang tinggi.

Produk tersebut juga disebut telah memperoleh penghargaan dari The International Society of Antioxidants di Paris. Selain itu, Teh Java Preanger telah memiliki jejak pasar di Jerman dan Inggris melalui Twining.

Pengembangan produk juga terus dilakukan. Teh Java Preanger tidak hanya dipasarkan sebagai minuman, tetapi mulai dikembangkan ke produk turunan seperti anti-aging dan lip balm, sehingga membuka peluang baru di sektor kosmetik berbasis bahan alami.

Indikasi Geografis Jadi Tiket Produk Lokal ke Pasar Global

Ketertarikan buyer Belanda terhadap Teh Java Preanger menjadi salah satu bukti bahwa indikasi geografis dapat menjadi aset ekonomi sekaligus instrumen pemasaran bagi produk lokal Indonesia.

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menilai pitching session dan business matching menjadi sarana penting untuk mempertemukan produk-produk unggulan berindikasi geografis dengan calon buyer, investor, serta pasar internasional.

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan dan Pengawasan Indikasi Geografis DJKI, Irma Mariana, mengatakan pelindungan indikasi geografis harus diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi nyata kepada masyarakat.

“Kita mendorong pemanfaatannya agar memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti pitching session dan business matching, kami ingin mempertemukan produk-produk indikasi geografis dengan pasar yang lebih luas, termasuk buyer internasional, sehingga produk unggulan daerah dapat naik kelas dan semakin dikenal di pasar global,” kata Irma.

Menurutnya, sertifikasi saja tidak cukup. Pelaku usaha dan masyarakat pengelola produk indikasi geografis harus mampu mempertahankan kualitas, karakteristik, serta reputasi produk.

Penggunaan logo indikasi geografis secara resmi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus melindungi reputasi produk dari potensi klaim atau pemanfaatan oleh pihak lain.

“Setelah mendapatkan pelindungan indikasi geografis, yang tidak kalah penting adalah menjaga kualitas dan karakteristik produk sesuai ketentuan yang telah ditetapkan,” ujar Irma.

Lada Putih Muntok Ikut Bidik Pasar Dunia

Selain Teh Java Preanger, KKI 2026 turut menampilkan Lada Putih Muntok (Muntok White Pepper) sebagai komoditas unggulan Indonesia yang memiliki karakteristik geografis kuat.

Produk tersebut dipresentasikan oleh Rafki Hariska dari Badan Pengelolaan Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Bangka Belitung.

Rafki menjelaskan, Lada Putih Muntok memiliki tingkat kepedasan dan aroma khas yang dipengaruhi kadar piperin sekitar 5–7 persen serta kondisi geografis dan tanah Pulau Bangka.

Dengan sertifikasi indikasi geografis dari DJKI Kementerian Hukum serta pengakuan sertifikat indikasi geografis dari Uni Eropa pada 2024, Lada Putih Muntok memiliki posisi hukum dan daya tawar yang semakin kuat di pasar internasional.

Keunggulan tersebut sekaligus membuka peluang peningkatan nilai jual dan perluasan pasar premium. BP3L Bangka Belitung juga membuka peluang kerja sama maklon atau kontrak manufaktur bagi pelaku usaha yang ingin memasarkan Lada Putih Muntok dengan logo indikasi geografis resmi.

Dari Produk Daerah Menuju Rantai Pasok Dunia

KKI 2026 akhirnya tidak sekadar menjadi panggung promosi produk lokal. Ajang tersebut memperlihatkan bagaimana kekayaan intelektual dan indikasi geografis dapat diubah menjadi kekuatan bisnis.

Pesanan awal 100 kilogram Teh Java Preanger dari buyer Belanda menjadi sinyal bahwa produk khas Indonesia memiliki peluang untuk menembus pasar Eropa apabila didukung kualitas, sertifikasi, konsistensi produksi, dan strategi pemasaran yang tepat.

DJKI Kementerian Hukum pun terus mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk melindungi komoditas khas daerah melalui indikasi geografis. Dengan perlindungan tersebut, reputasi produk dapat dijaga, nilai tambah meningkat, dan manfaat ekonomi diharapkan kembali kepada masyarakat sebagai pemilik serta pengelola kekayaan khas daerah.

Teh Java Preanger kini tidak hanya membawa cita rasa Jawa Barat, tetapi juga membawa peluang baru bagi produk lokal Indonesia untuk masuk lebih jauh ke pasar global.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.