JAKARTA, Radarjakarta.id — Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menginstruksikan seluruh kader PAN yang menduduki jabatan publik untuk menyisihkan gaji selama satu bulan. Dana tersebut akan digunakan membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Instruksi tersebut disampaikan Zulhas saat tasyakuran HUT ke-28 PAN di Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026). Ia menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana harus menjadi gerakan bersama seluruh kader partai.
“Kami sudah minta satu bulan semua potong gaji untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” ujar Zulhas.
Kebijakan itu tidak hanya menyasar anggota DPR RI. Zulhas menyebut pemotongan berlaku bagi kader PAN yang duduk di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi hingga jajaran menteri dari PAN. Ia bahkan menegaskan dirinya juga ikut dalam kebijakan tersebut.
“DPRD kabupaten, provinsi sampai RI. Sama tentu saya juga kepada menteri. Masa menterinya enggak dipotong,” kata Zulhas.
Selain menggalang bantuan melalui pemotongan gaji, Zulhas mengungkapkan dirinya telah mendatangi wilayah terdampak gempa NTT beberapa hari sebelum perayaan HUT PAN. Bantuan yang disalurkan mencakup makanan, pakaian hingga uang untuk membantu kebutuhan warga dalam masa tanggap darurat.
Di tengah kekhawatiran warga mengenai ketersediaan kebutuhan pokok, Zulhas juga memastikan stok pangan untuk korban gempa NTT dalam kondisi aman. Menurutnya, pemerintah bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional bergerak mempercepat distribusi bantuan.
“Pangan kita aman, enggak usah khawatir. Beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, gula banyak. Makanan kita cukup, lebih dari cukup,” tegasnya.
Namun, Zulhas mengakui distribusi bantuan ke seluruh wilayah terdampak tidak mudah. Kondisi geografis dan akses menuju sejumlah lokasi menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah menargetkan wilayah yang dapat dijangkau segera mendapatkan pasokan pangan dalam waktu satu hingga dua hari.
Bagi Zulhas, langkah PAN tersebut merupakan bentuk solidaritas politik yang diarahkan langsung untuk membantu masyarakat menghadapi bencana. Di tengah situasi darurat, bantuan pangan, pakaian dan dana diharapkan dapat meringankan beban korban sekaligus mempercepat penanganan di wilayah terdampak.***











