JAKARTA, Radarjakarta.id — Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) terus memperkuat konsolidasi organisasi untuk mengambil bagian dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah. Langkah tersebut ditandai dengan pengukuhan 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) baru yang bergabung dalam wadah FORMAS.
Pengukuhan tersebut menambah kekuatan jaringan FORMAS di tengah upaya organisasi memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengawal berbagai agenda pembangunan nasional. Ketua Dewan Pembina FORMAS, Hashim Djojohadikusumo, menjadi salah satu figur utama dalam konsolidasi tersebut.
Kehadiran puluhan organisasi dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa FORMAS sejak awal diarahkan menjadi wadah kolaborasi masyarakat sipil untuk memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Pada 2024, sejumlah pemberitaan mencatat FORMAS telah berkembang dari 21 organisasi awal menjadi 37 organisasi yang bergabung.
Dengan bertambahnya 20 ormas baru, FORMAS semakin menempatkan diri sebagai jaringan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelaksanaan program pemerintah di berbagai daerah. Pengawasan tersebut diharapkan tidak hanya berupa dukungan, tetapi juga dapat menjadi ruang penyampaian masukan dan evaluasi dari masyarakat.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hashim sebelumnya menegaskan bahwa program tersebut merupakan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menyatakan MBG akan terus dilanjutkan.
Keterlibatan organisasi masyarakat dalam pengawalan MBG menjadi penting mengingat program tersebut memiliki cakupan nasional dan menyasar kelompok masyarakat luas. Pengawasan di lapangan dapat diarahkan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain MBG, FORMAS sebelumnya juga menyatakan keterlibatan anggotanya dalam mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk sektor pendidikan dan Sekolah Rakyat. ANTARA mencatat FORMAS melibatkan anggotanya untuk mendukung program pendidikan melalui kegiatan peningkatan literasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Konsolidasi 20 ormas baru ini sekaligus memperlihatkan semakin luasnya jaringan FORMAS. Dengan bertambahnya anggota, organisasi memiliki potensi membangun jaringan pengawasan yang lebih kuat hingga ke berbagai daerah.
Hashim sendiri dikenal aktif mendorong keterlibatan kelompok masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan. Selain aktivitasnya di FORMAS, ia juga mendapat peran dalam sejumlah agenda yang berkaitan dengan program prioritas pemerintah, termasuk penguatan ekosistem Makan Bergizi Gratis.
Penguatan FORMAS diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Dukungan terhadap program pemerintah tetap perlu berjalan beriringan dengan fungsi kontrol publik agar setiap kebijakan dapat dilaksanakan secara transparan, efektif, dan memberikan manfaat nyata.
Dengan pengukuhan 20 ormas baru tersebut, FORMAS kini menghadapi tantangan berikutnya: memastikan bertambahnya jumlah anggota benar-benar diikuti dengan kerja nyata di lapangan. Konsolidasi organisasi bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kemampuan mengawal program pemerintah secara objektif dan bertanggung jawab.***











