Bank Kliring Renminbi Resmi Hadir di Indonesia

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kerja sama keuangan Indonesia dan China memasuki babak baru. Penguatan transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) kini ditopang dengan hadirnya bank kliring Renminbi (RMB) di Indonesia.

People’s Bank of China (PBOC) pada 26 Juni 2026 secara resmi menunjuk Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta sebagai bank kliring RMB di Indonesia. Penunjukan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman mengenai kerja sama pengaturan kliring Renminbi yang sebelumnya disepakati PBOC dan Bank Indonesia (BI).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Langkah tersebut telah dipersiapkan melalui penguatan kerja sama BI dan PBOC. Dalam pertemuan tingkat tinggi pada 11 Juni 2026 di Shanghai, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBOC Pan Gongsheng sepakat memperdalam kerja sama moneter dan keuangan, termasuk pengembangan infrastruktur keuangan serta pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia. BI dan PBOC juga menandatangani MoU mengenai pembentukan Renminbi Clearing Arrangement untuk mendukung ketersediaan likuiditas RMB bagi perdagangan, investasi dan aktivitas keuangan.

Kehadiran bank kliring RMB dinilai strategis karena dapat memperlancar penyelesaian transaksi dalam mata uang Renminbi antara pelaku usaha Indonesia dan China. Infrastruktur tersebut diharapkan membuat transaksi bilateral lebih efisien, sekaligus memperluas penggunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang pihak ketiga dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Di sisi lain, peran bank Himbara tetap terlihat dalam penguatan konektivitas sistem pembayaran Indonesia-China. Bank Mandiri telah ditetapkan sebagai peserta langsung (direct participant) dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS) milik China. Status tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses kliring dan penyelesaian transaksi lintas negara sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur pembayaran Indonesia.

Sementara itu, Bank Indonesia sejak 2025 telah memperkuat kerangka aturan penyelesaian transaksi bilateral Rupiah dan Renminbi. Regulasi tersebut mencakup transaksi perdagangan barang dan jasa, investasi, pembiayaan serta sejumlah instrumen valuta asing antara CNY/CNH dan Rupiah. Penunjukan bank dalam kerangka tersebut mempertimbangkan ukuran, keterkaitan, kompleksitas, peran dalam pengembangan pasar uang dan valuta asing, serta rekomendasi otoritas China.

Bank of China sendiri menyebut penunjukan tersebut akan semakin mempermudah penggunaan RMB dalam perdagangan dan investasi bilateral. BOC Jakarta juga telah memiliki pengalaman sebagai bank ACCD dalam kerangka LCT Indonesia-China dan menjadi salah satu penyedia utama layanan RMB di Indonesia.

Dengan demikian, pembentukan ekosistem kliring Renminbi bukan sekadar perubahan teknis sistem pembayaran. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Indonesia dan China untuk memperkuat transaksi mata uang lokal, memperdalam pasar keuangan, menekan biaya transaksi lintas negara, serta meningkatkan konektivitas ekonomi kedua negara.

Dengan hadirnya bank kliring RMB, Indonesia kini memiliki infrastruktur yang lebih kuat untuk mendukung perdagangan dan investasi langsung dengan China. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekosistem tersebut mampu dimanfaatkan secara luas oleh perbankan, dunia usaha, dan pelaku perdagangan kedua negara.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.