WASHINGTON, Radarjakarta.id — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali terlibat dalam ketegangan dengan awak media. Dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih pada Senin, 17 Agustus 2026, Trump membentak wartawan CNN, Kristen Holmes, setelah sang reporter menanyakan hubungan keputusan Washington mengurangi latihan militer bersama Korea Selatan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Insiden tersebut terjadi setelah Trump sebelumnya mengumumkan bahwa latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan akan dikurangi secara signifikan. Trump menyebut latihan itu mahal dan memberikan sinyal yang dianggapnya tidak tepat serta bermusuhan kepada Korea Utara. Ia juga menekankan hubungan baiknya dengan Kim Jong-un.
Holmes kemudian mempertanyakan apakah pengurangan latihan militer tersebut merupakan bagian dari permintaan atau komunikasi Trump dengan Kim. Pertanyaan itu langsung memancing reaksi keras Trump. Presiden AS meminta Holmes untuk diam dan menyebutnya sebagai wartawan yang gaduh serta menuduh CNN menyebarkan “fake news”.
“Quiet! Quiet!” atau “Diam! Diam!” menjadi bagian paling menonjol dalam pertukaran tersebut. Trump juga menilai pertanyaan Holmes tidak pantas dan menyebut sang reporter tidak menghormati situasi ketika ia sedang berbicara di hadapan seorang tamu di Gedung Putih.
Persoalan Kim Jong-un menjadi semakin sensitif karena pada hari yang sama Trump mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara tersebut telah merespons upayanya untuk membuka kembali komunikasi. Trump tidak membeberkan isi respons itu, tetapi menyebut perkembangan tersebut positif dan kembali menegaskan hubungan personalnya dengan Kim.
Keputusan mengurangi latihan militer AS-Korea Selatan juga mendapat perhatian luas. Associated Press melaporkan Korea Utara tetap memandang latihan tersebut sebagai tindakan provokatif meski skalanya dikurangi. Sementara itu, Pentagon menyatakan penyesuaian latihan tidak akan mengorbankan kesiapan militer AS dan Korea Selatan.
Ketegangan antara Trump dan Holmes kemudian berlanjut di luar ruangan. Akun Rapid Response 47 milik Gedung Putih menyerang sang reporter secara personal setelah insiden tersebut, sementara CNN membela Holmes dan menegaskan bahwa wartawan memiliki tugas untuk mengajukan pertanyaan yang relevan kepada pejabat publik.
Peristiwa itu menambah panjang catatan perseteruan Trump dengan media, sekaligus terjadi ketika Washington tengah membuka kembali peluang komunikasi dengan Pyongyang. Trump bahkan pada 19 Agustus mengatakan dirinya berencana bertemu Kim Jong-un sebelum akhir 2026, meski hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu maupun format pertemuan tersebut.
Dengan demikian, bentakan “Diam! Diam!” kepada Kristen Holmes bukan sekadar pertengkaran singkat antara presiden dan wartawan. Insiden itu berlangsung di tengah perubahan kebijakan militer AS di Semenanjung Korea dan sinyal Trump untuk kembali membangun komunikasi langsung dengan Kim Jong-un.***











