Xi Jinping Bertemu Trump di Gedung Putih, Bahas Perdagangan dan AI

banner 468x60

WASHINGTON, RadarJakarta.id — Presiden China Xi Jinping mendapat sambutan kenegaraan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan kunjungan resmi ke Gedung Putih, Washington, D.C., Kamis, 24 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari upaya kedua negara menjaga hubungan di tengah persaingan perdagangan, teknologi, dan keamanan.

Trump menyambut Xi dengan rangkaian penghormatan kenegaraan yang melibatkan unsur militer Amerika Serikat. Sebelumnya, Xi juga disambut Trump di Joint Base Andrews, Maryland, pada Rabu, 23 September 2026. Prosesi tersebut diwarnai penghormatan militer, tembakan salvo 21 kali, serta flyover pesawat pengebom B-1.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Xi dan Trump membahas sejumlah isu strategis, terutama perdagangan dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Xi mengatakan China dan Amerika Serikat sama-sama memiliki kemampuan kuat di bidang AI dan mendorong agar persaingan tetap terkendali serta diikuti kerja sama. Ia juga menekankan bahwa pengembangan AI harus tetap berada di bawah kendali manusia.

Xi juga menyerukan agar China dan Amerika Serikat menghindari konflik. Menurutnya, kedua negara perlu mengelola perbedaan, menjaga komunikasi, dan menempatkan kerja sama sebagai bagian penting dalam hubungan bilateral. Xi menyebut persaingan dapat berlangsung, tetapi harus berada dalam batas yang tepat dan tidak berkembang menjadi konfrontasi.

Dari sisi ekonomi, tim perdagangan kedua negara mencapai pengaturan baru dan sepakat melanjutkan dialog. Namun, sejumlah persoalan utama belum sepenuhnya terselesaikan, termasuk tarif, akses teknologi, pasokan mineral tanah jarang, serta sejumlah kepentingan strategis lainnya. Kesepakatan tersebut dinilai memberi ruang bagi Washington dan Beijing untuk melanjutkan negosiasi.

Trump menyebut pertemuannya dengan Xi berlangsung baik dan menegaskan hubungan pribadi keduanya. Selain perdagangan dan AI, kedua pemimpin turut bertukar pandangan mengenai isu internasional dan regional, termasuk Timur Tengah, Ukraina, serta Semenanjung Korea. Keduanya juga sepakat mendukung penyelenggaraan KTT APEC 2026 dan KTT G20.

Meski berlangsung dengan sambutan kenegaraan yang meriah dan suasana diplomatik yang hangat, pertemuan di Gedung Putih, Washington, D.C., pada 24 September 2026 belum menyelesaikan seluruh perbedaan antara China dan Amerika Serikat. Isu Taiwan, perdagangan, teknologi, dan AI masih menjadi bagian dari agenda yang membutuhkan pembahasan lanjutan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.