JAKARTA, Radarjakarta.id – Aksi sosial Kuda Biru Project kembali menyentuh masyarakat. Kali ini, Ketua Kuda Biru Project Merry Riana meresmikan PELITA (Penerangan Lingkungan Tenaga Surya) di lingkungan Majlis Ta’lim Al Mardhiyyah, Jl. Joglo Baru, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (19/8/2026) malam.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Kuda Biru Project menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. PELITA memanfaatkan tenaga surya untuk menerangi lingkungan warga yang sebelumnya masih minim penerangan pada malam hari.
“Terang itu sederhana, tetapi dampaknya tidak selalu sederhana. Ketika sebuah jalan menjadi lebih terang, warga yang melintas pada malam hari bisa merasa lebih aman dan nyaman. Bagi kami, inilah arti hadir di tengah masyarakat: melihat apa yang dibutuhkan, lalu melakukan apa yang bisa kita lakukan,” ujar Merry Riana seusai peresmian, Rabu (19/8/2026).
Kehadiran PELITA mendapat sambutan dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Pimpinan Majlis Ta’lim Al Mardhiyyah Ustadz Kurnain, Ketua RT 012 Nur Rahmat, Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Barat Wita Susilowaty, serta warga sekitar turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi warga, penerangan baru tersebut menjawab kebutuhan yang selama ini dirasakan terutama ketika beraktivitas pada malam hari.
Salah satu jamaah Majlis Ta’lim Al Mardhiyyah, Halimah, mengungkapkan kondisi lingkungan sebelum dipasangi penerangan.
“Dulu sebelum ada penerangan suka rawan, suka ada maling karena gelap. Harapannya, dengan PELITA jadi lebih aman, yang lewat juga nggak takut karena sebelumnya terasa serem waktu belum ada penerangan. Bermanfaat lah pokoknya,” ujar Halimah.
Menurutnya, bertambahnya penerangan membuat warga lebih nyaman ketika melewati kawasan tersebut pada malam hari.
Dari Kebutuhan Warga Menjadi Aksi Nyata
Merry mengatakan, PELITA merupakan salah satu bentuk kepedulian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Program ini tidak hanya diarahkan untuk menerangi jalan, tetapi juga sejumlah ruang publik yang membutuhkan penerangan tambahan.
PELITA menyasar gang, permukiman, akses rumah ibadah, sekolah, pasar, serta fasilitas publik lainnya. Penggunaan tenaga surya juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan penerangan yang hemat energi dan berkelanjutan.
Ustadz Kurnain menyambut baik program tersebut dan berharap manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Terima kasih Bu Merry. Mudah-mudahan menambah keberkahan buat kita khususnya buat kampung Joglo Baru,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua RT 012 Nur Rahmat. Ia menyebut PELITA sebagai bentuk perhatian yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
“Kalau zaman dulu pelita itu dikasih api, kalau ini cahaya PELITA dari Allah. Mudah-mudahan bermanfaat dan kita semua bisa menikmatinya,” ujar Nur Rahmat.
Sementara itu, Wita Susilowaty memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat.
“Saya sangat senang dan mendukung apapun kegiatan sifatnya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.











