14 Kopi Indikasi Geografis Indonesia Hadir di Dieng Culture Festival 2026

banner 468x60

BANJARNEGARA, Radarjakarta.id — Kekayaan kopi Indonesia kembali mendapat ruang untuk dikenal lebih luas. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum membawa 14 kopi yang telah terdaftar sebagai produk indikasi geografis ke ajang Dieng Culture Festival 2026.

Mengusung konsep “Jelajah Kopi Indikasi Geografis Indonesia”, kehadiran DJKI tidak sekadar memperkenalkan ragam kopi Nusantara, tetapi juga mengajak masyarakat memahami hubungan antara cita rasa, wilayah asal, komunitas, serta tradisi yang membentuk reputasi sebuah produk.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sebanyak 14 kopi yang diperkenalkan meliputi Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Arabika Sumatera Simalungun, Arabika Sumatera Minang Solok, Arabika Java Preanger, Arabika Java Sindoro-Sumbing, Arabika Flores Bajawa, Arabika Sembalun Lombok, Arabika Bantaeng, Arabika Rumbia Jeneponto, Arabika Toraja, Arabika Mamasa, Robusta Simalungun, Robusta Pagaralam, dan Robusta Mamasa.

Keragaman tersebut mencerminkan karakter kopi Indonesia yang dipengaruhi kondisi geografis, lingkungan, keterampilan masyarakat, serta tradisi yang berkembang di masing-masing wilayah penghasil.

Pengunjung dapat mengenal kopi-kopi tersebut melalui Paviliun Terpadu DJKI dengan rangkaian pengalaman yang dikemas dalam konsep Show, Taste, Protect, Sell, dan Visit.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar mengatakan, indikasi geografis bukan hanya berkaitan dengan perlindungan nama atau produk, tetapi juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat di wilayah asal.

“Melalui pelindungan indikasi geografis, kita ingin mendorong produk-produk khas daerah memiliki nilai ekonomi yang lebih besar. Keunikan asal, reputasi, kualitas, hingga cerita di balik produk dapat menjadi kekuatan untuk membuka pasar sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Hermansyah dalam wawancara daring, Rabu (26/8/2026).

Selain kopi, DJKI turut memperkenalkan produk indikasi geografis yang berkaitan dengan kawasan Dieng, yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng.

Ketiga produk tersebut menjadi bagian dari gagasan GI Tourism, yakni pengembangan pengalaman wisata yang menghubungkan produk indikasi geografis dengan wilayah, budaya, lanskap, serta masyarakat yang menjadi bagian dari asal produk.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Fajar Sulaeman Taman menjelaskan, konsep GI Tourism dikembangkan untuk memperluas pemanfaatan indikasi geografis sekaligus memperkenalkan cerita di balik produk kepada masyarakat.

“Indikasi geografis memiliki cerita yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah asalnya. Karena itu, kami ingin mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengenal dan menikmati produknya, tetapi juga datang, melihat, dan merasakan langsung kawasan yang menjadi asal dari produk tersebut,” ujar Fajar.

Menurut Fajar, Dieng memiliki potensi untuk menjadi pilot project GI Tourism karena mempunyai produk indikasi geografis yang berkaitan erat dengan karakter kawasan, sekaligus didukung kekuatan alam, budaya, dan masyarakat lokal.

Selama Dieng Culture Festival 2026 pada 28–30 Agustus 2026, DJKI menyiapkan sejumlah aktivitas, antara lain Morning Coffee, Cupping Kopi dan Coffee Tasting Indikasi Geografis, serta IP Talks.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal keragaman kopi indikasi geografis Indonesia sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual dan pemanfaatannya bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, DJKI mendorong agar indikasi geografis tidak berhenti sebagai identitas produk, tetapi dapat berkembang sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah, pengembangan pasar, dan pengalaman wisata yang berbasis pada keaslian wilayah.

Dengan demikian, secangkir kopi tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa cerita tentang asal, alam, tradisi, dan masyarakat yang menjaganya.

Masyarakat yang berkunjung ke Dieng Culture Festival 2026 dapat mendatangi Paviliun DJKI untuk mengikuti berbagai kegiatan “Jelajah Kopi Indikasi Geografis Indonesia” dan mengenal lebih dekat kekayaan kopi dari berbagai wilayah Nusantara.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.