JAKARTA, Radarjakarta.id — Kebakaran melanda permukiman warga di kawasan Muara Angke, Jalan Dermaga Ujung RW 22, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/8/2026) malam. Kobaran api menghanguskan sedikitnya 60 rumah dan menyebabkan dua warga mengalami luka-luka.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 2.400 meter persegi. Peristiwa tersebut juga berdampak terhadap 180 kepala keluarga atau sekitar 730 jiwa.
Kasi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 18.50 WIB. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan memulai proses pemadaman pada pukul 18.54 WIB.
22 Unit Pemadam Dikerahkan
Untuk mengendalikan kobaran api, Gulkarmat mengerahkan 132 personel dengan dukungan 22 unit mobil pemadam kebakaran. Petugas berupaya melokalisasi api agar tidak merambat lebih luas ke bangunan di sekitar lokasi.
Api berhasil dilokalisasi sebelum petugas memasuki tahap pendinginan sekitar pukul 20.42 WIB. Setelah berjibaku selama beberapa jam, seluruh api akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis (27/8) dini hari sekitar pukul 00.12 WIB.
Proses penanganan berlangsung sekitar lima jam sejak pemadaman dimulai. Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran, sementara petugas tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dua Warga Mengalami Luka
Selain kerusakan bangunan, kebakaran tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka. Berdasarkan laporan Gulkarmat, korban pertama berinisial BH (54) mengalami luka lebam pada lutut kaki kanan, sedangkan MR (17) mengalami luka lecet pada bagian lengan.
Keduanya dilaporkan dalam kondisi sadar dan telah mendapatkan penanganan medis dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI).
Kebakaran tersebut membuat ratusan warga terdampak. Sebanyak 180 kepala keluarga atau sekitar 730 jiwa tercatat berada dalam wilayah terdampak akibat peristiwa tersebut.
Penyebab dan Kerugian Masih Didata
Hingga laporan ini disusun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Gulkarmat masih melakukan pengumpulan data terkait asal mula api serta menghitung potensi kerugian materiil akibat kejadian tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan di kawasan permukiman padat, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran yang dapat dengan cepat meluas dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Dengan padamnya api pada Kamis dini hari, penanganan di lokasi berlanjut pada tahap pemeriksaan dan pendinginan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.***











