JAKARTA, Radarjakarta.id – Penguatan budaya literasi anak kembali menjadi perhatian pemerintah dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengajak seluruh orang tua di Indonesia untuk membiasakan kegiatan membaca buku dan mendongeng bersama anak sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi tumbuh kembang mereka.
Menurut Veronica Tan, kebiasaan membaca dan mendongeng tidak hanya mampu meningkatkan minat baca anak sejak usia dini, tetapi juga menjadi media efektif untuk mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari dan meningkatnya penggunaan gawai, kehadiran orang tua melalui waktu berkualitas dinilai menjadi kebutuhan penting bagi perkembangan psikologis maupun sosial anak.
Ajakan tersebut disampaikan Veronica Tan saat membacakan dongeng kepada anak-anak dalam kegiatan Kolaborasi Literasi Anak pada kumparanMOM Festival Hari Anak 2026 yang berlangsung di Taman Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Veronica menegaskan bahwa mendongeng merupakan aktivitas sederhana yang memiliki manfaat luar biasa bagi perkembangan anak. Selain menumbuhkan kecintaan terhadap buku, kegiatan tersebut juga membuka ruang komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak.
“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk meluangkan waktu bersama anak, mendampingi mereka, mengobrol, memahami perasaan mereka, dan menikmati momen kebersamaan melalui aktivitas yang menyenangkan,” ujar Veronica Tan.
Kegiatan literasi tersebut menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan.”
Veronica mengatakan, membacakan dongeng merupakan salah satu cara efektif untuk menanamkan budaya literasi sejak dini. Kebiasaan tersebut diharapkan mampu membangun karakter anak yang gemar membaca sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan rasa ingin tahu.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk budaya membaca. Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan di rumah.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen PPPA juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara festival yang menghadirkan berbagai aktivitas edukatif bagi anak dan keluarga. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah, komunitas, media, dan masyarakat dalam menciptakan ruang yang aman, nyaman, sekaligus ramah anak.
“Saya senang semakin banyak pihak yang menghadirkan ruang-ruang positif bagi anak. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi anak untuk bermain, belajar, dan bertumbuh bersama keluarga. Semoga semakin banyak ruang yang memfasilitasi tumbuh kembang anak melalui berbagai aktivitas yang positif,” katanya.
Veronica menilai semakin banyak ruang publik yang memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar, berekspresi, dan berinteraksi secara sehat, maka semakin besar pula peluang menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Saat membacakan cerita di hadapan anak-anak, Veronica Tan juga mengajak mereka berinteraksi melalui berbagai ilustrasi dan alur cerita yang disampaikan. Menurutnya, mendongeng bukan sekadar membacakan buku, melainkan menjadi sarana pendidikan karakter yang menyenangkan.
Melalui dongeng, anak-anak belajar mendengarkan, berkomunikasi, mengembangkan daya imajinasi, memahami emosi, hingga mengenal berbagai nilai kehidupan seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama.
Ia menegaskan bahwa kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal membentuk karakter anak yang cerdas, percaya diri, serta memiliki kemampuan sosial yang baik.
“Melalui dongeng, anak-anak belajar mendengarkan, berbicara, berimajinasi, dan memahami berbagai nilai kehidupan. Yang terpenting, mendongeng menjadi contoh sederhana bahwa orang tua dapat membangun kebiasaan membaca sekaligus menciptakan momen kebersamaan yang bermakna bersama anak,” pungkas Veronica Tan.
Kementerian PPPA berharap kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperluas agar semakin banyak kegiatan literasi yang menjangkau anak-anak di seluruh Indonesia, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Penguatan budaya literasi sejak usia dini dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta memiliki daya saing tinggi untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan semakin banyaknya ruang belajar yang menyenangkan dan dukungan aktif dari keluarga, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, memiliki empati, serta siap menghadapi tantangan masa depan.











