JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id – Di tengah padatnya kawasan Jakarta Barat, Kecamatan Kalideres menghadirkan langkah kreatif dengan memanfaatkan lahan kosong di belakang kantor kecamatan menjadi area urban farming. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus penghijauan lingkungan perkotaan.
Wakil Camat Kalideres, Ziki Zulkarnaen, mengatakan lahan seluas sekitar 100 meter persegi tersebut kini dimanfaatkan untuk pembibitan tanaman pangan, seperti kangkung dan bayam. Menurutnya, program ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Selain tanaman sayuran cepat panen, area tersebut sebelumnya juga telah ditanami berbagai tanaman produktif lain, seperti sukun, pandan, dan singkong. Kombinasi tanaman itu dinilai mampu menciptakan ruang hijau yang tidak hanya asri, tetapi juga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Ziki menegaskan, pemanfaatan lahan kantor untuk urban farming merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan masing-masing agar tetap produktif dan bernilai guna.
“Lahan terbatas bukan penghalang untuk produktif. Justru dari ruang kecil seperti inilah kita bisa membangun kemandirian pangan dan lingkungan yang lebih sehat,” ujar Ziki saat meninjau area urban farming di Kantor Kecamatan Kalideres, Senin (11/5).
Pemerintah Kecamatan Kalideres berharap gerakan urban farming ini dapat menumbuhkan kesadaran warga bahwa setiap lahan kosong memiliki potensi ekonomi maupun ekologis. Di tengah tantangan perkotaan, seperti minimnya ruang hijau dan isu ketahanan pangan, urban farming dinilai menjadi solusi sederhana yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Jakarta Barat.***











