Bocah SD Tewas Tenggelam di Kali Pesing Saat Menuju Masjid

banner 468x60

Ilustrasi

JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id  – Suasana siang menjelang Salat Jumat di kawasan Cengkareng berubah menjadi kepanikan setelah dua bocah sekolah dasar tercebur ke aliran Kali Pesing, Jumat (8/5/2026). Peristiwa tragis itu menyebabkan seorang anak berinisial MR (11) meninggal dunia, sementara satu temannya berhasil diselamatkan dan kini masih menjalani perawatan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Insiden memilukan tersebut terjadi ketika rombongan anak-anak berjalan menuju masjid untuk menunaikan Salat Jumat. Namun di tengah perjalanan, korban disebut memilih melintasi jalur sempit di tepian kali dan melewati jembatan kecil yang licin. Diduga kehilangan keseimbangan, korban terpeleset hingga jatuh ke aliran sungai yang arusnya cukup deras.

Seorang saksi mata bernama Nung mengatakan, kejadian berlangsung tepat saat adzan Jumat berkumandang. Menurutnya, korban awalnya berjalan bersama teman-temannya sebelum akhirnya mencoba melewati jalur yang berbeda dari rombongan lain.

“Anaknya mau Salat Jumat sama teman-temannya. Tapi dia sendiri lewat jembatan kecil, terus lari dan terpeleset,” ujar Nung di lokasi kejadian.

Melihat MR jatuh ke kali, seorang temannya spontan mencoba memberikan pertolongan. Namun upaya penyelamatan itu justru berubah menjadi petaka. Teman korban yang bertubuh lebih kecil diduga tidak mampu menahan beban tubuh MR hingga akhirnya keduanya sama-sama tercebur ke dalam air.

“Temannya langsung nolongin, tapi enggak kuat ngangkat karena badannya lebih kecil. Akhirnya dua-duanya jatuh ke kali,” katanya.

Anak-anak lain yang panik langsung berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar. Namun situasi saat itu disebut cukup sepi karena sebagian besar warga sedang melaksanakan Salat Jumat. Pertolongan akhirnya datang dari seorang pekerja yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Salah satu bocah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan MR ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat tenggelam di aliran kali. Kejadian ini sontak mengundang duka mendalam bagi warga sekitar dan para orang tua di lingkungan tersebut.

Peristiwa tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap minimnya pengamanan di bantaran kali permukiman padat penduduk. Berdasarkan sejumlah kejadian serupa di wilayah Jakarta, anak-anak kerap menjadikan tepian kali sebagai jalur pintas tanpa adanya pagar pembatas atau pengawasan memadai. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan maupun ketika permukaan jalan licin.

Pihak warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap akses berbahaya di sekitar Kali Pesing, termasuk pemasangan pagar pengaman, papan peringatan, hingga edukasi keselamatan bagi anak-anak agar tragedi serupa tidak kembali terulang.|Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.