Ia menambahkan, pengenalan batik kepada generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai cara. Lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, komunitas, hingga ruang digital dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan batik secara lebih menarik.
Anak-anak dan generasi muda juga perlu mengetahui bahwa di balik selembar kain batik terdapat proses panjang dan keterampilan para perajin yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Nyimas Aliah juga menyoroti pentingnya memberikan ruang dan dukungan yang lebih besar kepada para perajin batik. Pelestarian budaya tidak dapat dilepaskan dari keberadaan para pelaku yang secara langsung menjaga keterampilan membatik.
Ketika masyarakat membeli dan menggunakan produk batik lokal, secara tidak langsung mereka turut menjaga keberlangsungan mata rantai ekonomi yang melibatkan perajin, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, pekerja produksi, desainer, pedagang hingga sektor fesyen.
Karena itu, menjaga batik tidak hanya berarti mempertahankan warisan budaya, tetapi juga mendukung masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
“Pelestarian batik harus berjalan bersama dengan pemberdayaan para perajin. Kalau kita ingin batik terus hidup, maka orang-orang yang membuat batik juga harus mendapatkan ruang untuk berkembang,” ujar Nyimas Aliah.
Menurut dia, kreativitas dan inovasi menjadi salah satu kunci agar batik tetap memiliki daya tarik di tengah perubahan selera masyarakat.
Batik dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari pakaian, aksesori, tas, kain dekorasi hingga produk ekonomi kreatif lainnya. Dengan demikian, batik tidak hanya hadir pada momentum tertentu, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Nyimas Aliah menegaskan, pelestarian batik bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau para perajin. Masyarakat juga mempunyai peran penting dalam menjaga keberadaan warisan budaya tersebut.
Langkah sederhana seperti mengenakan batik, membeli produk perajin lokal, mengenalkan motif batik kepada anak, serta membagikan informasi mengenai filosofi dan sejarah batik dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian.
Indonesia sendiri memiliki beragam tradisi batik yang berkembang di berbagai wilayah. Setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri yang tercermin melalui motif, warna, teknik pembuatan maupun filosofi yang menyertainya.
Keberagaman tersebut menjadi kekayaan yang menunjukkan bahwa batik tumbuh bersama kehidupan masyarakat dan memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai budaya setempat.











