“Sister Hong Lombok” Akhirnya Muncul, Ungkap Fakta di Balik Viral

banner 468x60

MATARAM, Radarjakarta.id — Misteri di balik sosok viral “Sister Hong Lombok” akhirnya terkuak. Deni Apriadi Rahman, pria 23 tahun yang selama ini dikenal publik dengan nama Dea Lipa, muncul ke hadapan media untuk mematahkan kabar miring yang menyeret namanya dan memicu kehebohan nasional.

Dalam konferensi pers di Mataram, Sabtu (15/11/2025), Deni menegaskan bahwa sebagian besar narasi yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar dan telah membentuk opini keliru tentang dirinya.
“Banyak narasi yang tidak sesuai kenyataan, bahkan menuduh saya melakukan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan,” tegasnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Isu paling liar yang menimpa Deni adalah tuduhan penistaan agama, termasuk klaim bahwa ia beribadah menggunakan mukenah dan berdiri di saf perempuan. Dengan nada tegas, ia membantah semuanya.
“Tidak benar. Saya menghormati masjid, saya menghormati tata cara ibadah.”

Fenomena “Sister Hong Lombok” meledak setelah sebuah unggahan Facebook akun @Diana_Arkayanti pada 6 November 2025 memperlihatkan sosok berhijab dengan wajah glowing yang disebut sebagai MUA pengantin dari Lombok Tengah. Publik terkejut saat mengetahui bahwa sosok feminin itu ternyata seorang laki-laki.

Unggahan tersebut meledak: puluhan ribu tayangan, lebih dari 1.700 komentar, sekitar 1.600 reaksi, dan dibagikan ribuan kali. Diana menuliskan bahwa banyak laki-laki “tertipu” oleh penampilan Deni yang dianggap sangat meyakinkan sebagai perempuan. Ia bahkan mempertanyakan diamnya tokoh agama dan pemangku adat terkait fenomena tersebut.

Kisruh ini membuat berbagai kalangan ikut bersuara, termasuk warganet yang mengaku saudara laki-lakinya pernah menjalin hubungan asmara dengan Deni. Publik pun menjulukinya “Sister Hong versi Lombok,” merujuk pada sosok viral di China, seorang pria bernama Jiao atau “Sister Hong”, yang sempat mengguncang negeri itu karena menyamar sebagai perempuan dan menipu lebih dari 1.000 pria sebelum ditangkap polisi pada 5 Juli 2025.

Deni, yang berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, mengakui dirinya memang menggunakan hijab saat bekerja sebagai MUA untuk menjaga citra profesional sekaligus menutupi identitasnya. Namun ia menegaskan bahwa langkah itu bukan bentuk penipuan moral seperti yang dituduhkan sebagian orang.

Klarifikasi Deni menjadi pusat perhatian nasional dan membuka babak baru dalam polemik yang memadukan isu identitas, budaya, hingga etika profesi. Publik kini menanti: apakah pernyataan ini akan meredam kegaduhan atau justru memicu gelombang reaksi baru di jagat maya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.