JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden Prabowo Subianto mengarahkan ulang kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menempatkan anak-anak kurang gizi sebagai prioritas utama penerima manfaat. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efektivitas intervensi gizi nasional.
Perubahan tersebut dilandasi evaluasi bahwa pendekatan distribusi merata belum sepenuhnya menjawab persoalan stunting dan malnutrisi. Pemerintah kini menekankan penyaluran yang lebih tepat sasaran, terutama bagi kelompok paling rentan di berbagai wilayah.
Dalam implementasinya, pemerintah akan memanfaatkan data terpadu lintas lembaga guna mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan intervensi segera. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat dampak program terhadap perbaikan kualitas kesehatan generasi muda.
Sejumlah kalangan menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis yang mengedepankan efektivitas dibanding perluasan semata. Fokus pada kelompok prioritas diyakini dapat memberikan hasil yang lebih terukur dalam menekan angka stunting nasional.
Meski demikian, tantangan tetap mengemuka, terutama terkait akurasi data, kesiapan distribusi, serta potensi kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Pemerintah daerah diminta berperan aktif memastikan pelaksanaan berjalan tepat dan adil.
Dengan arah baru ini, pemerintah berharap MBG tidak hanya menjadi program populis, tetapi juga instrumen nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.| Bemby*










