J&T Express Dukung Toco Academy, Seller Nilai Biaya Marketplace Lain Saat Ini Terlalu Mahal

J&T Express Dukung Toco Academy, Seller Nilai Biaya Marketplace Lain Saat Ini Terlalu Mahal
Arnold Sebastian Egg ( Founder CEO Toco), Om Botak Marketplace Expert ( Tengah bertopi) dan Albertus Stefan Marketing Manager J&T Express ( baju merah)
banner 468x60

TANGERANG, Radarjakarta.id – Platform marketplace Toco bersama J&T Express resmi menggelar Toco Seller Academy perdana yang ditujukan bagi para pelaku UMKM dan seller untuk meningkatkan kemampuan berjualan secara online sekaligus membangun bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop dan diskusi interaktif pada Rabu (3/6) 2026 ini dihadiri puluhan seller dari berbagai kategori produk. Selain mendapatkan edukasi mengenai strategi penjualan online, peserta juga diajak berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai kondisi industri e-commerce Indonesia saat ini.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Founder & CEO Toco, Arnold Sebastian Egg, mengatakan bahwa Toco Seller Academy menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mendengarkan kebutuhan para seller dan menghadirkan fitur maupun program yang benar-benar dibutuhkan pelaku usaha.

“Kita tidak membuat sesuatu berdasarkan apa yang kita mau. Kita selalu bertanya kepada seller terlebih dahulu, apa yang mereka perlukan untuk bisa berjualan lebih mudah dan membangun bisnis yang lebih sehat. Dari masukan mereka itulah fitur-fitur dan program yang kita hadirkan,” ujarnya.

Menurut Arnold, Toco Seller Academy tidak hanya berhenti pada sesi pelatihan tatap muka. Para peserta juga akan tergabung dalam grup komunitas khusus untuk mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari tim Toco.

“Kami ingin benar-benar mendampingi mereka. Setelah acara ini, para seller akan masuk ke grup komunitas sehingga komunikasi bisa terus berjalan. Jika ada kendala atau kebutuhan tertentu, mereka bisa langsung menyampaikannya kepada kami,” jelas Arnold.

Menjadi Alternatif Baru Bagi Seller

Salah satu pembicara dalam acara tersebut, Marketplace Expert yang dikenal dengan nama Om Botak, menyoroti tantangan yang dihadapi seller marketplace saat ini. Menurutnya, banyak seller yang terlalu bergantung pada traffic yang disediakan platform sehingga kesulitan membangun basis pelanggan sendiri.

“Seller marketplace sekarang sudah terlalu nyaman dengan traffic yang diberikan platform. Akibatnya mereka tidak terbiasa membangun traffic sendiri maupun memiliki database pelanggan sendiri. Ketika mencoba platform baru, banyak yang kesulitan karena masih mengharapkan traffic dari marketplace,” katanya.

Ia menilai model bisnis yang ditawarkan Toco menjadi angin segar bagi para pelaku usaha karena memberikan keleluasaan lebih besar kepada seller untuk membangun bisnis yang sehat tanpa terbebani biaya yang tinggi.

“Sebagai seller lama, saya melihat Toco seperti mengingatkan saya pada masa awal marketplace belasan tahun lalu. Seller bisa memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan tidak dibebani berbagai potongan yang besar,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Om Botak juga menyampaikan pandangannya mengenai biaya yang selama ini dibebankan kepada seller di berbagai marketplace.

“Kalau dari sisi seller, menurut saya marketplace seharusnya tidak semahal itu. Harusnya marketplace nggak semahal itu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut oleh Arnold yang kembali menegaskan komitmen Toco untuk menghadirkan platform dengan biaya yang lebih ramah bagi UMKM.

“Harga yang benar itu 0 persen. Tanpa potongan penjualan. Seharusnya seperti itu,” ujar Arnold.

J&T Express Dukung Pertumbuhan UMKM

Dukungan terhadap penyelenggaraan Toco Seller Academy juga datang dari J&T Express sebagai mitra logistik strategis Toco.

Marketing Manager J&T Express, Albertus Stefan, mengatakan bahwa pihaknya melihat Toco membawa konsep baru yang berbeda dari marketplace pada umumnya sehingga layak mendapatkan dukungan.

“Konsep yang dibawa Toco ini sesuatu yang baru dan berbeda dibanding marketplace lain. Sebagai perusahaan logistik, kami tentu mendukung setiap upaya yang bisa mendorong UMKM bertumbuh dan meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Albertus. > Bang Ichwan: Ia menambahkan bahwa J&T Express akan terus mendukung pengembangan ekosistem Toco, baik dari sisi seller, platform, maupun pembeli agar pertumbuhan bisnis dapat dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat.

Seller Toco Terus Bertumbuh

Di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat, Toco mencatat pertumbuhan seller yang terus meningkat. Saat ini jumlah seller yang bergabung di platform tersebut telah mendekati 300 ribu, dengan jutaan produk yang telah terdaftar.

Melihat antusiasme peserta pada batch pertama, Toco berencana menjadikan Seller Academy sebagai program rutin yang diselenggarakan setiap bulan dan secara bertahap menjangkau berbagai kota di Indonesia.

Arnold menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga menyasar kota tier 2 dan tier 3 yang dinilai membutuhkan lebih banyak dukungan untuk berkembang di era digital.

“Semua orang fokus ke kota tier 1, padahal menurut saya kota tier 2 dan tier 3 justru membutuhkan lebih banyak dukungan. Karena itu kami ingin membawa program ini ke berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Melalui Toco Seller Academy, Toco berharap para pelaku UMKM memiliki lebih banyak pilihan dalam menjalankan bisnis online yang sehat, berkelanjutan, dan menguntungkan.

“Harapan saya sederhana, mereka memiliki pilihan yang lebih baik untuk berjualan. Karena pada akhirnya yang paling penting adalah membantu UMKM membangun bisnis yang sehat dan terus bertumbuh,” tutup Arnold.

Selain dihadiri Founder & CEO Toco dan pihak J&T Express , dalam Toco Seller  Academy puluhan Seller UMKM mendapatkan kesempatan sharing session dan diskusi bersama pengisi acara lainnya diantaranya Danidjidat  selaku owner toko Sawback, serta Georgie selaku senior product manager Toco.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.