BOGOR, Radarjakarta.id – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengapresiasi keberhasilan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam menjaga ruang terbuka hijau yang telah mencapai lebih dari90 persen dari area kampus.
Wamen Diaz juga mendorong IPB untuk menjadi contoh bagi kampus-kampus lain dalam upaya menghadapi perubahan iklim.
“IPB luar biasa, ruang terbuka hijau nya sudah 91%, padahal kalo sesuai Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007, yang dimandatkan untuk daerah adalah 30% untuk ruang terbuka hijau, seharusnya IPB menjadi contoh untuk membicarakan perubahan iklim untuk kampus lain,” apresiasi Diaz.
Hal tersebut disampaikan Wamen Diaz saat menghadiri acara Environment Day yang diselenggarakan oleh IPB dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang jatuh pada 5 Juni 2026.
Pada kesempatan ini, Wamen Diaz juga mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan di berbagai belahan dunia.
“Bumi ini semakin panas. Menurut studi, pada tahun 1850-1900, era sebelum revolusi industri, dan dibandingkan dengan setelah tahun 1900, temperatur bumi sudah naik 1,4 – 1,6°C”.Dari kenaikan temperatur bumi ini,,” katanya.
Wamen Diaz menyoroti kekhawatiran terhadap mencairnya es di Pegunungan Jayawijaya serta ancaman kenaikan permukaan air laut.
“Akibat dari suhu nya naik, es mencair, di Jayawijaya, es nya sudah mencair dan dalam waktu dua tahun bisa habis. Penelitian dari BRIN juga mengatakan bahwa di tahun 2050, akan ada 1500 pulau kecil tenggelam”.katanya.
Sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi dampak perubahan iklim, Wamen Diaz mengajak mahasiswa untuk menanam pohon.
Cara paling sederhana untuk menghadapi dampak perubahan iklim adalah penanaman pohon, manusia perlu pohon, satu orang satu pohon, jadi yang rumahnya belom punya pohon, silahkan ditanam.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menekankan pentingnya peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia maupun Hari Bumi sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan.
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni dan Hari Bumi, dua-duanya penting karena memiliki niat baik, tanggal berapapun, isu lingkungan tetap penting,”katanya.











