Polytron Indonesia Open 2026 Siap Digelar, 248 Atlet Dunia Ramaikan Istora Senayan

Press Conference Polytron Indonesia Open 2026. (Foto: Radarjakarta.id/Ilham)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Turnamen bulu tangkis bergengsi Polytron Indonesia Open 2026 akan digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada 2–7 Juni 2026.

Turnamen ini merupakan bagian dari HSBC BWF World Tour Super 1000 dan diikuti 248 atlet dari 22 negara dengan total hadiah USD 1,45 juta atau sekitar Rp25 miliar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ajang ini kembali menghadirkan pemain-pemain top dunia seperti An Se-young, Shi Yuqi, Chen Yufei, Anders Antonsen, Kunlavut Vitidsarn, hingga Ratchanok Intanon.

Indonesia juga menurunkan skuad terbaiknya, termasuk Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta sejumlah talenta muda seperti Alwi Farhan dan pasangan ganda campuran muda.

PBSI: Turnamen Sebagai Wujud Gotong Royong Ekosistem

Ketua Umum PP PBSI, M Fadil Imran menegaskan bahwa Indonesia Open merupakan panggung kolaborasi seluruh ekosistem bulu tangkis nasional.

“Polytron Indonesia Open 2026 adalah panggung bersama bagi seluruh ekosistem bulu tangkis Indonesia… kami bersyukur dan mengapresiasi dukungan seluruh mitra strategis,” ujar Fadil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Fadil menekankan bahwa keberhasilan turnamen tidak berdiri sendiri.

“Keberhasilan penyelenggaraan turnamen sebesar Indonesia Open tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh ekosistem,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara prestasi dan penyelenggaraan.

“Event yang baik dan pembinaan yang kuat harus berjalan beriringan. Hasil tersebut memberikan optimisme bahwa proses regenerasi terus berjalan, tugas kita menjaga konsistensinya,” tegas Fadil.

Taufik Hidayat: Istora Uji Mental Pemain Indonesia

Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat menyebut Indonesia Open sebagai turnamen penuh tantangan bagi pemain tuan rumah.

“Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga mental,” ujar Taufik.

Taufik juga menyoroti ketatnya persaingan global. Adapun untuk pemain muda, ia menegaskan pentingnya pengalaman.

“Persaingan sekarang semakin ketat dan merata. fokus kami adalah memastikan atlet terus berkembang,” katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.