Perkembangan Al Bawa Perubahan Besar Berbagai Sektor Industri dan Pariwisata

Foto: Istimewa
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Perkembangan Artificial Intelligence atau AI saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor industri, termasuk pariwisata.

Hal itu disampaikan Officer External Communication Telkomsel, Rahman Wulan saat menjadi pembicara di kegiatan Seminar Nasional bertajuk “Memahami Al untuk Industri Pariwisata Modern di Aula Kintamani Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Artificial Intelligence bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan strategi bisnis berbagai industri,” katanya

Dia menambahkan, dalam sektor pariwisata, AI mampu membantu personalisasi layanan wisata, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat dan akurat.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital yang tepat akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri pariwisata Indonesia di tingkat global.

“Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi sangat penting agar generasi muda mampu memahami perkembangan teknologi dan mengimplementasikannya secara kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Chief Editor Uzone.id, Trisno Heriyanto menilai bahwa meningkatnya penggunaan AI harus diimbangi dengan literasi digital yang baik agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Saat ini masyarakat dibanjiri berbagai aplikasi berbasis AI. Tantangan terbesarnya bukan hanya bagaimana menggunakan teknologi tersebut, tetapi bagaimana memahami manfaat, risiko, etika, dan dampaknya terhadap dunia kerja maupun industri.

Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata memiliki peluang besar dalam memanfaatkan AI untuk pemasaran destinasi, layanan pelayanan pelanggan, analisis tren wisatawan, hingga penciptaan pengalaman wisata yang lebih personal.

AI dapat membantu pelaku industri memahami perilaku wisatawan secara lebih mendalam sehingga mampu menghadirkan layanan yang relevan dan bernilai tambah.

“Namun kreativitas manusia tetap menjadi faktor utama yang tidak dapat digantikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, yang diwakili Meizar Rusli, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mempersiapkan sumber daya manusia pariwisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

“Kami ingin mahasiswa dan para pelaku industri pariwisata memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pemanfaatan teknologi AI sehingga mampu menghadapi perubahan dan kebutuhan industri yang terus berkembang,” tuturnya.

Sebagai Wadek 1 bidang Akademik, Meizar juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan media dalam membangun ekosistem inovasi yang mendukung kemajuan sektor pariwisata nasional.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri di era transformasi digital,”katanya.

Selain seminar nasional, kegiatan ini juga menjadi momentum penting melalui penandatanganan kerja sama antara Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila dan Uzone.id sebagai bentuk penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan industri media digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan AI, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi transformasi industri pariwisata yang semakin terdigitalisasi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.