JAKARTA, Radarjakarta.id – Program modernisasi armada perikanan nasional kini memasuki tahap krusial. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menyiapkan 20.094 awak kapal profesional guna memastikan operasional 1.582 kapal modern berjalan optimal.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menekankan bahwa transformasi armada tidak akan efektif tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten di lapangan. Karena itu, rekrutmen besar-besaran ini menjadi fondasi utama keberhasilan program.
“Modernisasi kapal harus diiringi kesiapan SDM. Tanpa awak kapal yang profesional, kapal-kapal ini tidak akan beroperasi maksimal,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat KKP, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Kebutuhan tenaga kerja tersebut tersebar di berbagai jenis kapal, mulai dari ukuran 30 GT hingga 500 GT. Kapal ukuran menengah menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sementara kapal besar membutuhkan awak dengan spesialisasi lebih tinggi.
Kepala BPPSDKP KKP, I Nyoman Radiarta, merinci bahwa komposisi kebutuhan mencakup 1.582 nakhoda dan jumlah yang sama untuk kepala kamar mesin, disusul ribuan posisi teknis seperti mualim, masinis, dan fishing master. Sementara itu, anak buah kapal (ABK) mendominasi dengan lebih dari 11 ribu orang.
“Struktur ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak hanya butuh pemimpin kapal, tapi juga kekuatan operasional yang besar di lapangan,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, KKP membuka peluang bagi berbagai kalangan, baik lulusan pendidikan vokasi kelautan seperti SUPM, lulusan umum, hingga tenaga profesional bersertifikat. Bahkan, pelamar berpengalaman yang belum memiliki sertifikat tetap diberi kesempatan mengikuti seleksi.
Proses pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei hingga 4 Juni 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan intensif dan sertifikasi mulai Agustus hingga Oktober, sebelum akhirnya ditempatkan di kapal pada November hingga Desember 2026.
Langkah ini menandai fokus pemerintah tidak hanya pada pembangunan fisik armada, tetapi juga peningkatan kualitas SDM perikanan sebagai kunci daya saing sektor kelautan Indonesia ke depan.











