Menjaga Air untuk Bumi yang Tangguh : Harapan dari Tanah Ciaruteun Ilir

Menjaga Air untuk Bumi yang Tangguh : Harapan dari Tanah Ciaruteun Ilir
Menjaga Air untuk Bumi yang Tangguh : Harapan dari Tanah Ciaruteun Ilir
banner 468x60

KAB.BOGOR, Radarjakarta.id – Matahari baru saja merangkak naik di ufuk timur Desa Ciaruteun Ilir, Kabupaten Bogor. Beberapa warga RW 05 Desa Ciaruteun Ilir Bogor berjalan membawa ember kosong yang saling berbenturan, menyusuri jalan desa dengan langkah kaki yang tergesa. Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk mencari air ya merupakan kebutuhan paling dasar yang seharusnya bisa diakses dengan mudah.

Saat itu, saya menyadari bahwa bagi warga di sini, air bukan hanya soal kebutuhan, tetapi soal perjuangan. Dalam setiap percakapan dengan warga, saya mendengar cerita yang hampir serupa. Tentang perjalanan panjang setiap hari, tentang waktu yang terbuang, dan tentang kekhawatiran yang selalu datang saat musim kemarau tiba. Namun ada satu cerita yang paling membekas bagi saya adalah tentang anak-anak.

Sekolah di Desa Ciaruteun Ilir yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya mimpi, air menjadi barang mewah yang harus dihemat sedemikian rupa. Saat musim kemarau menyapa, setiap anak diwajibkan membawa satu botol air dari rumah. Botol itu bukan untuk membasuh dahaga, melainkan “tabungan” terakhir jika mereka harus mencuci tangan atau menggunakan toilet.

Krisis air di Ciaruteun Ilir telah mengganggu proses belajar mereka. Banyak siswa yang terpaksa menahan kebutuhan dasar selama jam pelajaran, bahkan tak jarang dari mereka harus berlari pulang ke rumah hanya untuk urusan buang air karena fasilitas sekolah yang kering kerontang. Di titik inilah kami menyadari bahwa krisis air merupakan ancaman nyata bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Berangkat dari kesadaran itu, program “Menjaga Air untuk Bumi yang Tangguh” kami hadirkan. Kami memulai dengan mendengarkan, berdiskusi dengan warga untuk memahami kondisi lapangan, hingga akhirnya membangun lima titik sumur bor yang tersebar di RW 05. Prosesnya tidak selalu mudah, tetapi bagi kami, ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur namun ini tentang menghadirkan perubahan.

Hari ketika sumur bor itu mulai dapat digunakan adalah salah satu momen yang tidak akan kami lupakan. Kami melihat langsung bagaimana warga berkumpul, mencoba sumber air baru dengan rasa penuh harap. Ada senyum yang perlahan muncul, ada rasa lega yang tidak bisa disembunyikan. Ibu Mumul, salah satu warga sempat berkata kepada saya bahwa sekarang sumber airnya sudah dekat jadi ia tidak perlu lagi berjalan jauh seperti dulu.

Anak-anak kini tidak lagi harus membawa air khusus hanya untuk mencuci tangan. Mereka bisa menggunakan fasilitas air dengan lebih mudah dan layak. Tidak ada lagi kekhawatiran harus menahan kebutuhan dasar selama jam pelajaran, atau pulang ke rumah hanya karena keterbatasan air.

Program ini telah memberikan manfaat bagi ratusan kepala keluarga di RW 05. Namun yang lebih penting, sumber air yang baru ini telah mengubah cara masyarakat menjalani hari-hari mereka. Dari yang sebelumnya harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, kini mereka memiliki ruang untuk berkembang.

Sumber air yang baru ini telah mengubah cara masyarakat menjalani hari-hari mereka. Dari yang sebelumnya harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar, kini mereka memiliki ruang untuk berkembang. Program ini telah memberikan manfaat dan harapan baru bagi ratusan kepala keluarga di RW 05.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.