Dewan Juri AJMHT 2026 Gelar Rapat Perdana, Tegaskan Komitmen Jaga Independensi dan Kualitas Penilaian

Dewan Juri AJMHT 2026 Gelar Rapat Perdana, Tegaskan Komitmen Jaga Independensi dan Kualitas Penilaian
Dewan Juri AJMHT 2026 Gelar Rapat Perdana, Tegaskan Komitmen Jaga Independensi dan Kualitas Penilaian
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Dewan Juri Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (AJMHT) PWI Jaya 2026 menggelar rapat perdana, Kamis (11/6), sebagai langkah awal mempersiapkan proses penilaian ajang penghargaan jurnalistik yang tahun ini mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan.”

Rapat tersebut menandai dimulainya tahapan kerja dewan juri dalam memastikan seluruh proses seleksi berlangsung profesional, independen, objektif, dan berintegritas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Dewan Juri AJMHT 2026, Dr. Bagus Sudarmanto, mengatakan penghargaan ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bagi insan pers, tetapi juga wadah untuk menghadirkan karya-karya jurnalistik terbaik yang mampu merekam perjalanan Jakarta sekaligus memberikan perspektif terhadap masa depan kota yang akan memasuki usia lima abad pada 2027.

“Momentum 500 tahun Jakarta harus menjadi pemicu lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki kedalaman analisis, relevansi sosial, serta mampu menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat,” ujar Bagus.

Menurutnya, dewan juri memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap karya dinilai secara objektif berdasarkan standar jurnalistik yang mencakup akurasi, kedalaman substansi, orisinalitas, dampak sosial, serta kesesuaian dengan tema yang diusung.

AJMHT 2026 menghadirkan dewan juri yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan memiliki rekam jejak kuat di bidang jurnalistik, komunikasi, fotografi, dan akademik. Selain Dr. Bagus Sudarmanto sebagai ketua, dewan juri beranggotakan Tb Adhi, Arbain Rambey, Dr. Retno Intani, Machroni Kusumah, Dr. Rewindinar, dan Dr. Gloria Angelita. Sementara dukungan teknis pengumpulan serta administrasi karya dilakukan oleh Eka Ardimiyati dan Desdy Yusdiansyah.

Dalam rapat perdana tersebut, para juri membahas penyamaan persepsi terkait kriteria penilaian, mekanisme seleksi, hingga standar kualitas karya yang diharapkan mampu merepresentasikan semangat AJMHT sebagai penghargaan jurnalistik yang kredibel dan bermartabat.

Ketua Panitia AJMHT 2026, Arman Suparman, menegaskan bahwa rapat perdana dewan juri menjadi tahapan penting dalam rangkaian penyelenggaraan AJMHT tahun ini.

“Dewan juri merupakan garda terdepan dalam menjaga kualitas dan marwah penghargaan ini. Kami bersyukur para tokoh yang memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik, fotografi, akademik, dan komunikasi bersedia terlibat dalam AJMHT 2026,” kata Arman.

Sementara itu, Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo, menegaskan bahwa AJMHT merupakan bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik berkualitas sekaligus kontribusi nyata insan pers dalam mendokumentasikan perjalanan Jakarta.

“AJMHT bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap karya jurnalistik yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami mempercayakan proses penilaian kepada para juri yang memiliki integritas, kompetensi, dan rekam jejak yang kuat di bidangnya masing-masing,” ujar Kesit.

Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan peran pers sebagai pencatat sejarah sekaligus pengawal perubahan sosial yang terus berlangsung di Jakarta.

“Kami berharap para wartawan dan insan media dapat menghadirkan karya-karya terbaik yang tidak hanya informatif, tetapi juga kritis, inspiratif, dan bernilai bagi pembangunan Jakarta. AJMHT 2026 harus menjadi momentum lahirnya karya jurnalistik yang akan menjadi dokumentasi penting menjelang lima abad Jakarta,” tuturnya.

Kesit juga menegaskan komitmen PWI Jaya untuk menjaga independensi dan kredibilitas penghargaan tersebut.

“Kami ingin seluruh peserta yakin bahwa setiap karya akan dinilai secara objektif, independen, dan berdasarkan kualitas jurnalistiknya. Itulah komitmen kami dalam menjaga reputasi AJMHT sebagai salah satu penghargaan jurnalistik paling bergengsi di lingkungan PWI Jaya,” tegasnya.

AJMHT 2026 mempertandingkan tujuh kategori utama, yakni Tajuk Rencana, Teks, Foto, TV Terestrial, TV Streaming, Infografis, dan Radio. Selain itu, terdapat dua kategori khusus, yaitu “Menyongsong 5 Abad Jakarta” untuk karya feature teks, radio, dan video bertema sejarah, transformasi, serta identitas Jakarta, serta kategori “Literasi Bank Jakarta” yang mencakup karya feature, opini, dan foto dengan fokus pada literasi keuangan, digitalisasi, serta pengembangan UMKM.

Dengan dimulainya rapat perdana Dewan Juri AJMHT 2026, PWI Jaya optimistis penghargaan ini akan melahirkan karya-karya jurnalistik terbaik yang tidak hanya mencerminkan profesionalisme wartawan, tetapi juga memperkuat peran pers dalam merawat sejarah dan mengawal masa depan Jakarta menuju usia lima abad.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.