JAKARTA PUSAT, Radarjakarta.id – SMA Negeri 7 Jakarta Pusat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di halaman sekolah, Jalan Karet Pasar Baru Barat V, RT 13/RW 03, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan keteladanan akhlak Rasulullah SAW kepada para siswa.
Humas SMAN 7 Jakarta Pusat, Zaenal, mengatakan kegiatan tersebut berjalan lancar berkat kerja sama guru, panitia, orang tua, dan seluruh siswa. Ia mengapresiasi dukungan keluarga besar sekolah dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi tahun ini.
“Alhamdulillah, hari ini kegiatan kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan lancar. Ini berkat kerja sama antara guru, panitia, orang tua, dan tentunya siswa-siswi,” ujar Zaenal kepada wartawan.
Menurut Zaenal, peringatan Maulid Nabi merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu meneladani sifat Rasulullah, seperti jujur, amanah, sabar, dan peduli terhadap sesama. Sekolah juga rutin mengadakan kegiatan keagamaan lainnya, termasuk peringatan Isra Mikraj dan Tahun Baru Islam atau Muharam.
“Intinya, sekolah ingin memberikan wawasan kepada anak-anak agar dapat mengambil hikmah dari kegiatan ini. Mudah-mudahan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat membimbing anak-anak kita menjadi pribadi yang saleh dan salehah,” tambahnya.
Selain memperkuat pendidikan karakter, keluarga besar SMAN 7 Jakarta Pusat juga memiliki kabar membanggakan dari bidang teknologi. Rayya Alfairuz meraih juara dalam kompetisi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Cakrawala University. Sementara itu, Fakhri Khairul Anam berhasil masuk dalam jajaran 100 semifinalis kompetisi kecerdasan artifisial.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SMAN 7 Jakarta Pusat berharap pembentukan akhlak mulia dapat berjalan seiring dengan pengembangan kemampuan akademik, kreativitas, dan penguasaan teknologi. Sekolah mendorong para siswa tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan. Catatan: Tanggal pelaksanaan kegiatan belum disebutkan dalam bahan rilis sehingga perlu dikonfirmasi sebelum berita diterbitkan.|Hendra*











