Wayang Jurnalis Kembali, 12 Wartawan Tampil di Galeri Indonesia Kaya

banner 468x60

JAKARTA, RadarJakarta.id – Sebanyak 12 wartawan tampil dalam pementasan Wayang Jurnalis di Galeri Indonesia Kaya (GIK), lantai 8 West Mall Grand Indonesia, Jalan M.H. Thamrin No. 1, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini kembali digelar setelah vakum sejak 2020, sekaligus memeriahkan HUT ke-13 Galeri Indonesia Kaya melalui kolaborasi dengan Wayang Orang Bharata yang membawakan lakon Petruk Mantu.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan bagi jurnalis untuk mengenal seni pertunjukan tradisional dari sisi yang berbeda. Jika biasanya meliput dari balik kamera dan mencatat jalannya pertunjukan, kali ini para wartawan terlibat langsung sebagai pemain. Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan memperkuat apresiasi insan pers terhadap proses kreatif sekaligus mendorong pengenalan seni budaya kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Wayang Jurnalis pertama kali diperkenalkan pada 2014 dan kembali digelar untuk keenam kalinya pada 2026. Sebanyak 12 peserta berasal dari berbagai media, antara lain CNBC Indonesia, CNN Indonesia TV, Harian Kompas/Kompas.id, iNews TV, LKBN Antara, Narasi.tv, Popbela.com, Popmama.com, Suara.com, Urbanstories.id, Validnews.id, serta seorang mantan jurnalis. Sebelum tampil, mereka menjalani latihan bersama seniman Wayang Orang Bharata untuk mendalami karakter dan alur cerita.

Lakon Petruk Mantu menghadirkan kisah Petruk yang berusaha mencarikan pasangan bagi putranya, Lengkung Kusumo. Rencana meminang Endang Nilowati menghadapi persoalan karena sang putri juga menjadi dambaan Prabu Kalapudaksa. Konflik yang dibalut humor tersebut menghadirkan hiburan sekaligus memperkenalkan kisah pewayangan kepada penonton masa kini. Sutradara sekaligus perwakilan Wayang Orang Bharata, Teguh “Kenthus” Ampiranto, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena membuka ruang bagi wartawan untuk merasakan langsung proses berkesenian bersama para seniman.

Pementasan ini juga menghadirkan dalang cilik Kitama Arturo, 12 tahun, yang mulai tertarik pada wayang sejak usia enam tahun. Ia mempelajari tokoh dan cerita pewayangan melalui buku serta berbagai sumber, termasuk YouTube, dan pernah tampil di sejumlah stasiun televisi nasional. Kehadirannya memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya tradisional agar tetap dikenal lintas generasi.

Galeri Indonesia Kaya diresmikan pada 10 Oktober 2013 sebagai ruang publik berbasis digital yang dihadirkan Bakti Budaya Djarum Foundation. Berlokasi di lantai 8 West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, fasilitas ini menggabungkan edukasi budaya dan teknologi multimedia serta terbuka untuk umum secara gratis. Berdasarkan informasi penyelenggara, GIK telah mencatat lebih dari satu juta pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan yang melibatkan lebih dari 2.000 pekerja seni.

Melalui kembalinya Wayang Jurnalis pada perayaan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya berupaya memperluas partisipasi masyarakat dalam seni pertunjukan sekaligus mempertemukan dunia jurnalistik dengan tradisi Nusantara. Kolaborasi wartawan, seniman profesional, dan dalang cilik diharapkan dapat memperkuat apresiasi terhadap wayang di tengah perkembangan zaman. Informasi mengenai program dan jadwal pertunjukan selanjutnya dapat diakses melalui situs IndonesiaKaya.com.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.