Pilu! Sari Jukir Pasar Maja Kalideres Berpenghasilan Rp35 Ribu Belum Terima Bansos

banner 468x60

Foto: Sari Bela Wati (Jukir) Pasar Darurat “Maja” Pegadungan bersama putrinya Asila yang  bekerja hingga malam hari.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

JAKARTA BARAT, radarjakarta.id — Di tengah hiruk-pikuk Pasar Darurat Maja, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Sari Bela Wati (25) menjalani hari-harinya dengan perjuangan yang tidak mudah. Sebagai juru parkir (jukir) perempuan, ia hanya membawa pulang penghasilan sekitar Rp35 ribu sehari. Di tengah keterbatasan itu, Sari tetap bekerja sambil mengasuh putrinya, Asila, yang baru berusia tiga tahun.

Bagi Sari, setiap hari adalah perjuangan untuk memenuhi kebutuhan makan, menjaga anak, dan bertahan menghadapi tekanan ekonomi keluarga. Pekerjaan sebagai juru parkir bukanlah pilihan yang mudah bagi seorang ibu muda. Namun, ketika kebutuhan rumah tangga terus berjalan dan penghasilan keluarga terbatas, ia tak memiliki banyak pilihan selain bekerja demi menyambung hidup.

Sari tinggal di RT 04/RW 02, Tanjung Pura, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Ia menyebut keluarganya masuk dalam kelompok desil 6 berdasarkan informasi yang diketahuinya. Sementara itu, suaminya, Rindra Ashari (31), bekerja sebagai pengemudi layanan pesan-antar makanan. Penghasilan yang tidak menentu membuat mereka harus berhitung cermat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, Sari mengaku belum pernah menerima bantuan sosial, termasuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako, sejak mengandung hingga kini membesarkan Asila. Pengalaman itu semakin terasa berat ketika ia mengetahui sejumlah warga Apartemen Permata Surya di kawasan Taman Surya 5 turut menerima bantuan saat penyaluran Program Sembako di Kelurahan Pegadungan. Menurut informasi yang ia ketahui, sebagian warga apartemen tersebut masuk dalam kelompok desil 4. Perbedaan kondisi penerima ini memunculkan pertanyaan tentang ketepatan sasaran bantuan yang perlu dijelaskan melalui verifikasi data resmi.

“Saya warga Jakarta, hingga saat ini belum menerima bantuan, baik dari Pemprov maupun dari pemerintah pusat,” kata Sari dengan nada sedih kepada Radar Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

“Enak kali ya kalau dapat perhatian dari pemerintah, apalagi saat ini kondisi ekonomi kami sangat sulit. Makanya saya bersedia menjadi jukir walaupun saya perempuan,” tuturnya, menyampaikan harapan sederhana agar keluarganya juga mendapat kesempatan untuk diperhatikan.

Kisah Sari menjadi pengingat bahwa di balik data statistik dan daftar penerima bantuan, ada keluarga yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Seorang ibu yang bekerja di tengah keramaian pasar sambil menjaga anaknya semestinya tidak luput dari perhatian dalam proses pendataan dan evaluasi kesejahteraan. Bantuan sosial bukan sekadar angka dalam daftar administrasi, melainkan salah satu instrumen perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan sesuai kriteria yang berlaku.

Karena itu, Sari berharap pemerintah, mulai dari Kelurahan Pegadungan, Pemerintah Kota Jakarta Barat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga Kementerian Sosial, bersedia meninjau kondisi keluarganya. Ia berharap ada pemeriksaan data yang transparan, penjelasan mengenai alasan dirinya belum menerima bantuan, serta pendampingan untuk mengetahui jalur pengajuan atau pemutakhiran data apabila keluarganya memenuhi persyaratan. Harapannya sederhana: bukan meminta keistimewaan, melainkan memperoleh kesempatan yang adil untuk dinilai berdasarkan kondisi kehidupan yang sebenarnya.

Perjuangan Sari dan Asila seharusnya menjadi perhatian bersama. Jangan sampai warga yang bekerja keras untuk bertahan hidup justru merasa tidak terlihat oleh sistem yang dirancang untuk membantu masyarakat. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap pengaduan ditindaklanjuti, data penerima diperiksa secara berkala, dan warga memperoleh penjelasan yang jelas serta manusiawi. Sebab, bagi keluarga seperti Sari, perhatian yang tepat bukan hanya tentang bantuan pangan, tetapi juga tentang harapan agar esok hari dapat dijalani dengan sedikit lebih tenang.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.