Polri kemudian mengerahkan 54.482 personel sebagai vaksinator pada 4.504 titik di 34 polda untuk mendukung target satu juta vaksinasi per hari.
Hingga September 2021, Polri dilaporkan telah membantu mendistribusikan 36.729.982 dosis vaksin dan melayani vaksinasi bagi sekitar 22 juta orang melalui ribuan vaksinator serta 2.105 gerai Vaksinasi Presisi. Sebanyak 52 rumah sakit Bhayangkara juga ditingkatkan kapasitasnya. Sepanjang 2021, layanan vaksinasi yang didukung Polri mencapai lebih dari 30 juta dosis.
Dalam kondisi darurat kesehatan, Kapolri menggunakan kekuatan organisasi kepolisian untuk menyelamatkan nyawa dan membantu negara memulihkan aktivitas sosial-ekonomi.
Ujian berikutnya adalah Pemilu 2024, salah satu pemilu terbesar dan paling rumit di dunia. Melalui Operasi Mantap Brata, Polri mengerahkan 261.695 personel selama 222 hari, sejak 19 Oktober 2023 sampai 20 Oktober 2024.
Pengamanan mencakup masa kampanye, distribusi logistik, pemungutan dan penghitungan suara, penetapan hasil, penyelesaian sengketa, sampai pelantikan pemerintahan baru.
Pemilu tetap berlangsung aman dan peralihan pemerintahan berjalan damai. Asian Network for Free Elections juga mengapresiasi suasana pemilu yang aman dan damai, meskipun tetap menyampaikan sejumlah catatan mengenai administrasi dan integritas proses.
Catatan kritis itu tidak perlu ditutupi. Namun, fakta bahwa kompetisi politik nasional yang keras tidak berubah menjadi konflik keamanan berskala luas merupakan keberhasilan negara yang tidak dapat dipisahkan dari kerja pengamanan Polri.
Dalam penanggulangan terorisme, Indonesia mencatat tiga tahun tanpa serangan teroris terbuka sepanjang 2023–2025.
Aparat menangkap 147 tersangka pada 2023, 55 tersangka pada 2024, dan 51 tersangka pada 2025. Pada 2025, empat rencana serangan yang dikaitkan dengan jaringan Anshor Daulah berhasil digagalkan.
Polri juga menemukan pola perekrutan daring yang menyasar sedikitnya 110 anak di 23 provinsi dan menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem.
Tidak terjadinya serangan bukan berarti ancamannya hilang. Justru, keberhasilan pencegahan sering tidak terlihat karena tragedi berhasil dihentikan sebelum terjadi.











