JAKARTA, Radarjakarta.id – Wacana besar penataan kawasan Hotel Sultan kembali menjadi sorotan publik setelah pemerintah membuka opsi pengembangan ulang menyeluruh, termasuk kemungkinan perombakan total untuk menghadirkan ikon baru Indonesia berkelas internasional. Rencana ini mencuat usai pertemuan sejumlah pejabat terkait dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa kawasan Hotel Sultan tidak hanya akan dipandang sebagai aset hotel semata, melainkan bagian dari desain besar pengembangan kawasan strategis yang lebih komprehensif dan berdampak ekonomi luas.
Rosan menegaskan, pemerintah ingin memastikan kawasan tersebut tidak dikelola secara parsial, melainkan melalui perencanaan jangka panjang yang matang. Dalam salah satu pernyataannya kepada wartawan, Senin (22/6). Ia menyebut arahan Presiden Prabowo mengarah pada penciptaan ikon baru Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberi manfaat langsung bagi perekonomian nasional dan masyarakat.
Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan secara resmi desain akhir maupun detail teknis proyek tersebut, termasuk soal opsi pembongkaran. Namun, wacana “roboh total dan bangun ulang” yang beredar di publik menjadi salah satu skenario yang masih dalam kajian, seiring besarnya nilai strategis kawasan tersebut di jantung ibu kota.
Rencana ini pun memicu perhatian luas karena Hotel Sultan selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan premium Jakarta yang sarat nilai historis dan ekonomi, sehingga setiap perubahan besar di area tersebut diperkirakan akan berdampak signifikan, baik secara investasi maupun tata kota nasional.***











