BIAK, Radarjakarta.id – Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, setelah sebuah bom yang diduga merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II meledak di kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Distrik Biak Kota. Hingga Selasa (2/6/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi enam orang, sementara proses pencarian terhadap korban lain masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Ledakan dahsyat tersebut terjadi pada akhir pekan lalu dan menghancurkan sejumlah rumah di sekitar lokasi. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan kobaran api besar disertai kepulan asap hitam membumbung tinggi ke udara. Selain menewaskan enam orang, beberapa warga lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan Polda Papua, korban keenam bernama Mina Puadi (51), meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Biak akibat luka berat dan pendarahan internal. Sebelumnya, korban sempat menjalani operasi, namun kondisinya kembali memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menyatakan tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, serta unsur terkait masih melakukan pencarian terhadap tiga warga yang dilaporkan hilang. Fokus pencarian diarahkan ke wilayah pesisir dan perairan sekitar lokasi ledakan karena kuatnya daya ledak yang diduga menghempaskan material ke area pantai.
Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua juga terus melakukan sterilisasi di lokasi kejadian. Dalam proses penyisiran, petugas menemukan dua proyektil dan satu granat aktif jenis nanas yang diduga masih terkait dengan material peledak peninggalan perang. Temuan tersebut langsung diamankan untuk dimusnahkan guna mencegah jatuhnya korban tambahan.
Biak dikenal sebagai salah satu wilayah strategis dalam Perang Pasifik pada masa Perang Dunia II. Banyak peninggalan militer dari pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu yang masih ditemukan hingga kini. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi perang dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Investigasi mengenai penyebab pasti ledakan masih berlangsung. ***











