BAJA Dorong Bank Jakarta Perluas Literasi Keuangan dan Pembiayaan UMKM

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Barisan Aktivis Jakarta (BAJA) mendorong Bank Jakarta memperkuat kolaborasi dengan pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses layanan perbankan, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan BAJA melalui pernyataan yang diterima redaksi pada Selasa (27/10/2026). Belum ada keterangan mengenai agenda pertemuan langsung antara BAJA dan manajemen Bank Jakarta.

Dorongan tersebut muncul di tengah pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank Jakarta. Berdasarkan laporan kinerja triwulan I 2026 yang diberitakan Radio Republik Indonesia (RRI) pada 26 Juni 2026, kredit dan pembiayaan UMKM tercatat mencapai Rp10,46 triliun, tumbuh 26,27 persen secara tahunan. Sebanyak 2.208 debitur di antaranya merupakan peserta program Jakpreneur. Data ini menunjukkan perkembangan penyaluran pembiayaan, tetapi belum dengan sendirinya menggambarkan pemerataan akses, kualitas kredit, atau dampak pembiayaan terhadap peningkatan pendapatan seluruh pelaku UMKM.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Umum DPP Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko Priyoski, menilai kolaborasi perbankan dengan organisasi kepemudaan dapat membantu membangun kemandirian finansial generasi muda. “Bank Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi mitra pertumbuhan generasi muda dan UMKM Jakarta,” ujarnya. Ia mendorong agar kerja sama tidak hanya berorientasi pada penambahan nasabah, tetapi juga mencakup edukasi keuangan, kemudahan layanan, perlindungan konsumen, dan penggunaan produk perbankan secara produktif.

Ketua Komunitas Warga Jaga Jakarta (KOMWAJA), Anwar Sjani, menekankan pentingnya edukasi keuangan yang menjangkau komunitas warga dan usaha kecil. Sementara itu, Koordinator Nasional Poros Muda NU, Ramadhan Isa, mendorong peningkatan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, budaya menabung, dan keamanan transaksi digital. Ketua Front Aktivis Nusantara, Zidan Izzudin, turut meminta agar perluasan inklusi keuangan disertai pelayanan yang transparan, aman, mudah dijangkau, serta informasi yang jelas mengenai persyaratan, biaya, risiko, dan kewajiban pembiayaan.

Sebagai langkah konkret, BAJA mengusulkan lima program kolaborasi dengan Bank Jakarta, yakni edukasi literasi keuangan bagi pemuda dan mahasiswa, sosialisasi layanan perbankan untuk UMKM, pendampingan digitalisasi usaha, forum dialog rutin antara masyarakat dan perbankan, serta evaluasi program menggunakan indikator terukur. Evaluasi dapat mencakup jumlah peserta, peningkatan pemahaman keuangan, pemanfaatan layanan perbankan, dan perkembangan usaha penerima manfaat.

BAJA juga menegaskan bahwa masyarakat harus bebas menentukan pilihan menjadi nasabah tanpa paksaan. Program kolaborasi perlu mengutamakan transparansi, perlindungan data pribadi, dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Usulan tersebut sejalan dengan pentingnya penguatan akses pembiayaan UMKM, sebagaimana tercermin dalam program layanan UMKM yang dipublikasikan Bank Jakarta. Namun, efektivitas usulan BAJA tetap perlu diukur melalui pelaksanaan program dan hasil nyata di lapangan. Informasi produk dapat dilihat melalui layanan UMKM Bank Jakarta.

Melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, BAJA berharap Bank Jakarta semakin berperan dalam memperkuat ekonomi lokal, membuka peluang usaha, dan mendukung Jakarta sebagai kota global yang inklusif serta berdaya saing. Keberhasilan upaya ini pada akhirnya perlu dinilai dari manfaat yang dirasakan masyarakat, kemudahan akses layanan, kualitas pendampingan, serta perkembangan usaha UMKM, bukan semata-mata dari pertumbuhan jumlah nasabah atau nilai pembiayaan. |ZDN*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.