Mode Survival, Prabowo Soroti Efisiensi Anggaran

foto Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (Istimewa)
banner 468x60

RADAR JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia harus berada dalam mode survival atau mode bertahan menghadapi tantangan global. Ia juga membuka kemungkinan penghematan besar-besaran sebagai bagian dari upaya menghadapi kesulitan dan menjaga kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut pernah disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan di Halaman Tengah Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam arahannya, Presiden mengakui tantangan yang dihadapi pemerintah masih besar, sementara masyarakat mengharapkan hasil pembangunan yang lebih baik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Prabowo menekankan rencana penghematan besar-besaran di tengah banyaknya tantangan serta gejolak geopolitik global. “Saudara-saudara sekalian kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti,” tegas Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia juga menegaskan Indonesia memiliki kekuatan, keberanian, dan semangat untuk menghadapi berbagai tekanan.

Selain penghematan, Prabowo menyoroti pentingnya melindungi kekayaan alam Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kebocoran kekayaan nasional, termasuk akibat penyelundupan dan praktik ekonomi ilegal, dapat mengganggu ketahanan ekonomi negara. Karena itu, kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat menjadi bagian penting dari arah kebijakan yang disampaikannya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik internasional, termasuk persoalan perdagangan dan tekanan terhadap pasar keuangan. Prabowo juga menyinggung Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam pidatonya. Namun, rincian bentuk penghematan yang akan dilakukan, sektor yang menjadi prioritas, serta besaran anggaran yang mungkin dipangkas belum dijelaskan secara terperinci dalam pernyataan tersebut.

Dari sisi pelaksanaan kebijakan, efektivitas penghematan akan bergantung pada langkah konkret pemerintah, termasuk penentuan belanja yang dapat diefisienkan dan perlindungan terhadap program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Transparansi anggaran, pengawasan, serta evaluasi hasil belanja menjadi penting agar efisiensi tidak mengurangi kualitas pelayanan publik maupun menghambat program prioritas.

Dengan demikian, pernyataan mode survival dan penghematan besar-besaran menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Publik masih perlu menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk kebijakan, target penghematan, dan dampaknya terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.