JAKARTA, Radarjakarta.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin Sidang Kabinet Paripurna memperingati dua tahun masa pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Dalam rapat yang dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, Presiden menyampaikan lima poin instruksi strategis guna memperkuat fondasi pembangunan nasional.
Penyampaian arahan ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada Kamis (22/10/2026) pagi di Jakarta. Seskab menjelaskan bahwa momentum paruh waktu kepemimpinan ini dimanfaatkan Kepala Negara untuk mengagendakan penegakan hukum, stabilitas ekonomi, hingga keselamatan sumber daya alam nasional.
Poin utama dalam instruksi tersebut menyoroti penanganan penegakan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden memerintahkan aparat untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan korporasi maupun individu serta mengancam akan mencabut izin usaha pihak yang terbukti merusak lingkungan.
Selain itu, Presiden menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional dan menyetop seluruh celah kebocoran kekayaan alam. Kepala Negara mengibaratkan kekayaan alam sebagai darah bangsa yang tidak boleh terus mengalir keluar akibat praktik penyelundupan ilegal.
“Dua tahun pertama menjadi pijakan penting untuk melanjutkan kerja nyata menuju Indonesia yang mandiri, tangguh, dan sejahtera,” tegas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat merinci arahan Presiden di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Isu stabilitas pasar modal juga menjadi perhatian penting Presiden menyikapi tekanan dari indikator finansial global. Kepala Negara meminta para menteri bidang ekonomi tidak gentar terhadap potensi penurunan status dari MSCI dan tetap fokus pada kemandirian ekonomi nasional.
Sebagai penutup sidang, Presiden mengingatkan seluruh anggota kabinet untuk terus menjaga stamina dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Evaluasi berkala ini diharapkan menjaga efektivitas kerja pemerintah dalam melayani masyarakat pada sisa masa jabatan. (*)











