DEPOK, Radarjakarta.id – Keberadaan Angkutan Kota atau Angkot di Kota Depok ssat ini masih diminati sebagai salah satu transportasi massal.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat atau Organda Kota Depok, Freddy mengatakan, Kota Depok saat ini menghadapi kejenuhan transportasi.
Masyarakat memiliki banyak pilihan moda untuk menunjang mobilitas sehari-hari, mulai dari angkot, ojek daring, bus hingga kereta api.
“Kalau melihat kondisi sekarang, Depok sudah menjadi kota yang jenuh transportasi. Untuk bermobilitas mencapai tujuan, masyarakat sudah memiliki banyak pilihan,” ujarnya pada Hari Perhubungan Nasional Kota Depok.
Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak terhadap keberlangsungan angkutan kota atau Angkot.
Dia menambahkan, kepemilikan sepeda motor yang semakin tinggi di tingkat rumah tangga juga membuat ketergantungan masyarakat terhadap angkot menurun.
Meski demikian, Freddy menilai angkot masih memiliki peran penting, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi dengan tarif terjangkau, seperti pelajar, orang tua, dan warga yang melakukan aktivitas sehari-hari di lingkungan sekitar.
Ia mengatakan salah satu bentuk pelayanan angkot yang masih dirasakan masyarakat adalah pemberian tarif khusus bagi pelajar.
Saat ini, tarif untuk pelajar SMA sekitar Rp3.500, SMP Rp2.000, sedangkan SD sekitar Rp500.
Angkot ini masih memberikan subsidi kepada pelajar. Tetapi untuk masyarakat umum, persoalan tarif dan biaya operasional menjadi tantangan tersendiri.
“Karena itu, kami berharap ada kebijakan subsidi yang juga dapat menyentuh angkutan kota,” jelasnya.
Freddy menambahkan, angkot masih dibutuhkan untuk perjalanan jarak pendek. Warga seperti ibu-ibu yang berbelanja ke pasar maupun lanjut usia masih mengandalkan angkot karena tarifnya relatif terjangkau.











