Biak Numfor Darurat Karhutla, 478 Titik Api Terdeteksi

banner 468x60

BIAK NUMFOR, Radarjakarta.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Biak Numfor, Papua, kembali menjadi perhatian serius. Setelah sejumlah titik api sempat berhasil dipadamkan, kebakaran kembali muncul di sejumlah kawasan dan memicu kekhawatiran warga akibat kepulan asap yang masih menyelimuti permukiman.

Tim Satgas Penanggulangan Karhutla Kabupaten Biak Numfor mencatat 478 titik api sepanjang 21–27 Agustus 2026. Data tersebut disampaikan Kepala BPBD Biak Numfor sekaligus Ketua Satgas Penanggulangan Karhutla, Lot L Yensenem, dalam keterangan pers pada Jumat (28/8/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penanganan karhutla melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, TNI-Polri, Basarnas serta unsur terkait lainnya. Sebelumnya, sejumlah titik api berhasil dikendalikan pada Rabu (26/8), namun api kembali muncul, salah satunya di wilayah Distrik Yendidori. Kondisi geografis berupa kawasan berhutan dengan medan sulit membuat proses pemadaman menjadi tantangan tersendiri.

Kekhawatiran warga tidak hanya menyangkut meluasnya kebakaran, tetapi juga dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Sejumlah warga mengaku masih merasakan kabut asap, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut bahkan sebelumnya membuat kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara karena kualitas udara memburuk.

Warga Taman Mandow, Distrik Samofa, Yohana, meminta pemerintah memperkuat penanganan di lapangan, terutama dengan menyediakan peralatan pemadaman yang mudah dibawa menuju kawasan pegunungan. Ia juga berharap bantuan masker dan kebutuhan penunjang kesehatan tersedia bagi masyarakat yang terdampak asap.

Penanganan di lapangan juga menghadapi risiko lain. Saat pemadaman di kawasan hutan Kampung Kajasbo, Distrik Biak Timur, Jumat (28/8), tim menemukan benda yang diduga merupakan mortir peninggalan Perang Dunia II. Benda tersebut kemudian diamankan personel Jibom Brimob sesuai prosedur keselamatan. Keberadaan benda berbahaya itu menambah risiko bagi personel yang bekerja di kawasan terdampak kebakaran.

Pemerintah daerah sebelumnya telah meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanganan karhutla. Di sisi lain, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan karena kondisi lingkungan yang kering dan berpotensi mempercepat penyebaran api. Polres Biak Numfor juga telah mengerahkan 130 personel dalam penanganan karhutla serta menyiagakan satu unit water cannon.

Situasi Biak Numfor menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Penguatan patroli, pemantauan titik panas, kesiapan peralatan, perlindungan warga dari paparan asap, serta pencegahan pembakaran lahan perlu dilakukan secara terpadu agar kebakaran tidak kembali meluas dan mengancam permukiman.|Yappen*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.