MPLS SMPN 101 Jakarta Tanpa Bullying, Fokus Edukasi Sampah

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – SMP Negeri 101 Jakarta menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi ratusan peserta didik baru kelas VII pada hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027, Senin. Kegiatan diawali dengan upacara bendera, kemudian dilanjutkan apel pembukaan MPLS yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme.

Sejak pagi, gerbang sekolah dipadati para orang tua yang mengantar anak-anak mereka memasuki jenjang pendidikan sekolah menengah pertama. Kehadiran orang tua tersebut sejalan dengan imbauan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah yang mendorong orang tua mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk penguatan sinergi antara keluarga dan sekolah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala SMPN 101 Jakarta, Agus Karmono, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengedepankan konsep ramah anak, edukatif, dan bebas dari praktik perundungan maupun senioritas.

Menurutnya, seluruh siswa pendamping dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) telah diberikan arahan untuk mendampingi peserta didik baru secara humanis sehingga proses adaptasi berlangsung nyaman dan menyenangkan.

“Kami sudah mengondisikan para siswa pendamping dari OSIS untuk memberikan arahan dan bimbingan dengan penuh kasih sayang kepada adik-adik kelas mereka. Di sini tidak ada istilah senior dan junior, tidak ada bullying. Kami ingin MPLS ini benar-benar ramah dan menyenangkan, sehingga anak-anak masuk ke SMPN 101 Jakarta dengan perasaan bahagia,” ujar Agus di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, rangkaian MPLS akan berlangsung selama lima hari dengan materi yang berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas VIII dan IX tetap berlangsung normal sesuai jadwal sehingga proses pembelajaran tidak terganggu.

Pada pelaksanaan MPLS tahun ini, SMPN 101 Jakarta juga mengusung program unggulan bertema “Pilah dan Olah Sampah” sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus penguatan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui program tersebut, peserta didik baru tidak hanya memperoleh materi mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga diajak mempraktikkan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak hari pertama MPLS. Sampah anorganik yang terkumpul selanjutnya akan dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif hasil daur ulang.

Sebagai puncak kegiatan, hasil karya para siswa akan dipamerkan pada hari terakhir MPLS sehingga dapat menjadi media pembelajaran sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Agus berharap kegiatan MPLS dapat menjadi jembatan bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun hubungan yang baik dengan guru maupun teman sebaya, serta mempersiapkan diri mengikuti proses pembelajaran.

“Harapan kami melalui MPLS ini, anak-anak bisa segera mengenali lingkungan sekolah mereka, cepat beradaptasi dengan atmosfer yang baru, dan mampu bersinergi dengan teman-teman maupun bapak dan ibu guru. Semoga mereka tumbuh dan berkembang dengan baik, hidup rukun, serta mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lancar dan berprestasi,” pungkasnya. |Hendra*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.