JAKARTA, Radarjakarta.id – Semangat membangun organisasi perempuan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pengabdian menjadi pesan utama dalam Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat Srikandi TP Sriwijaya Periode 2021–2026 yang berlangsung pada Musyawarah Besar (Mubes) II Srikandi TP Sriwijaya di Hotel TedTop, Jakarta, Sabtu (27/6/2026) malam.
Dalam forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut, Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya periode 2021–2026, Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.Ikom, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan selama lima tahun terakhir sekaligus memaparkan capaian organisasi, perkembangan kelembagaan, realisasi program kerja, hingga laporan keuangan yang dikelola secara transparan.
Mengawali penyampaiannya, Nyimas Aliah menyampaikan penghormatan kepada Ketua Umum TP Sriwijaya periode 2021–2026, Dr. H. Sudirman D’Hury, S.H., M.H., M.Sc., beserta seluruh jajaran pengurus yang telah menyelesaikan masa baktinya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus pusat, pengurus daerah, panitia Mubes, dewan pembina, serta seluruh anggota yang telah berkontribusi dalam membesarkan organisasi.
Menurut Nyimas Aliah, Mubes II merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan Srikandi TP Sriwijaya.
Ia menjelaskan, Srikandi TP Sriwijaya merupakan badan otonom Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya yang mewadahi perempuan asal Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Organisasi tersebut berdiri sejak 2011 atas prakarsa sejumlah tokoh perempuan, di antaranya Tasha Hari Bakti, almarhumah Yunita Zulkofli, Hj. Hanna Gayatri, S.H., Dr. Yati Maryati, dan Yessi Evawani, S.E.
Dalam usia organisasi yang relatif muda, kata Nyimas Aliah, Srikandi TP Sriwijaya telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setelah sukses menggelar Mubes I pada 2021, organisasi berhasil melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) serta membentuk dan mengukuhkan delapan Pengurus Daerah di Provinsi Lampung, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, dan Jambi, serta dua Pengurus Cabang di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.
“Perkembangan ini menjadi bukti bahwa organisasi terus bertumbuh dan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat, khususnya perempuan asal Sumbagsel,” ujar Nyimas Aliah.
Ia menegaskan bahwa visi Srikandi TP Sriwijaya adalah mewujudkan sumber daya manusia perempuan yang berkualitas sekaligus memperkuat perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian dari kontribusi terhadap Indonesia Maju.
Dalam laporannya, Nyimas Aliah menyebut Mubes II memiliki dua agenda utama, yakni menyampaikan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat periode 2021–2026 serta memilih kepengurusan baru untuk periode berikutnya.
Selama masa kepemimpinannya, Srikandi TP Sriwijaya memiliki 18 bidang kerja yang menjalankan berbagai program sosial, pemberdayaan perempuan, pendidikan, hingga kegiatan kemasyarakatan yang sebagian besar disinergikan dengan program TP Sriwijaya.
Menurutnya, sekitar 90 persen program kerja berhasil direalisasikan dengan baik berkat kerja sama seluruh pengurus dan anggota.
“Keberhasilan organisasi ini bukan karena satu orang, melainkan karena kekompakan tim yang bekerja dengan semangat pengabdian,” katanya. Dalam siarannya hari ini.
Ia juga menegaskan bahwa tata kelola organisasi dilakukan secara akuntabel. Laporan keuangan disusun dan dilaporkan secara berkala setiap akhir Juni sebagai bentuk transparansi kepada seluruh anggota.
Nyimas Aliah mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh anggota yang secara sukarela memberikan dukungan finansial demi keberlangsungan organisasi.
“Saya sangat bersyukur karena meskipun organisasi memiliki keterbatasan anggaran, seluruh kegiatan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong dan kepedulian para anggota,” tuturnya.
Dalam laporan keuangan yang dipaparkan, saldo awal organisasi pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp17.401.000. Selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026, total pemasukan mencapai Rp284.200.000 sehingga jumlah dana menjadi Rp301.601.000.
Adapun total pengeluaran selama periode tersebut mencapai Rp284.550.000 sehingga saldo akhir tercatat sebesar Rp17.501.000. Setelah memperhitungkan piutang sebesar Rp12.400.000, kas organisasi yang tersedia menjelang Mubes II sebesar Rp4.651.000.
Di akhir penyampaian laporan, Nyimas Aliah menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan.
“Saya menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan selama satu periode kepengurusan. Saya juga membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan demi kemajuan organisasi pada masa mendatang,” ujarnya.
Usai penyampaian laporan pertanggungjawaban, forum memberikan kesempatan kepada para Ketua Pengurus Daerah untuk menyampaikan pandangan umum.
Ketua Pengda Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Banten, Shendy Erista Furi, S.Sos., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Nyimas Aliah yang dinilai berhasil membangun organisasi secara solid dan produktif.
Menurut Shendy, dedikasi, kekompakan tim, serta berbagai program yang dijalankan selama lima tahun terakhir menjadi fondasi penting bagi perkembangan Srikandi TP Sriwijaya.
“Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja luar biasa dari kepengurusan yang dipimpin Ibu Nyimas Aliah. Semoga semangat dan kekompakan tim Pengurus Pusat dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus daerah,” katanya.
Ia juga menilai pengalaman Nyimas Aliah selama berkecimpung dalam isu pemberdayaan perempuan menjadikan berbagai program organisasi berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak telah mampu diimplementasikan secara nyata di lingkungan organisasi.
Ke depan, Shendy berharap kepengurusan baru mampu memperluas kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga swasta, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya agar jangkauan program organisasi semakin luas, pengelolaan data semakin efektif, serta pengembangan organisasi dapat dilakukan secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya penyampaian laporan pertanggungjawaban tersebut, Mubes II Srikandi TP Sriwijaya memasuki tahapan berikutnya, yakni pemilihan kepengurusan baru yang diharapkan mampu melanjutkan estafet pengabdian serta memperkuat peran organisasi dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pembangunan bangsa.
Usai Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban pada Musyawarah Besar (Mubes) Srikandi TP Sriwijaya, Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya, Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.I.Kom., saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin malam 6 Juio 2026 menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian penyampaian laporan pertanggungjawaban berjalan dengan lancar, tertib, dan diterima secara demokratis oleh peserta Mubes.
Lanjut Nyimas Aliah, laporan pertanggungjawaban ini bukan sekadar bentuk akuntabilitas organisasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat langkah Srikandi TP Sriwijaya ke depan. Kami mengapresiasi seluruh pengurus yang telah bekerja dengan penuh dedikasi selama masa bakti 2021–2026.
“Semoga semangat kebersamaan, transparansi, dan pengabdian ini terus menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang semakin maju, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nyimas Aliah.











