Rute MRT Tangsel Masih Dirahasiakan, Menhub Cegah Calo Tanah

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Pemerintah memilih belum mengumumkan jalur pasti proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus–Serpong, Tangerang Selatan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah praktik spekulasi atau permainan harga lahan oleh calo tanah yang berpotensi membengkakkan biaya pembangunan proyek strategis nasional.

Menurut Menhub, pengalaman berbagai proyek infrastruktur menunjukkan informasi rute yang bocor lebih awal sering dimanfaatkan spekulan untuk membeli lahan di sepanjang koridor yang diperkirakan akan dilalui MRT. Akibatnya, harga tanah dapat melonjak berkali-kali lipat sehingga biaya pembebasan lahan meningkat drastis dan akhirnya membebani negara maupun investor.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Saat ini, proyek MRT menuju Tangerang Selatan masih berada pada tahap studi kelayakan (feasibility study) yang dikerjakan bersama pihak swasta. Berbagai alternatif lintasan, termasuk kawasan Pondok Aren maupun Pondok Cabe, masih dikaji berdasarkan potensi jumlah penumpang, konektivitas, nilai investasi, serta efisiensi pembangunan. Pemerintah menegaskan belum ada keputusan final mengenai jalur yang akan dipilih.

Pengembangan MRT menuju Tangerang Selatan merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan transportasi massal Jabodetabek sekaligus mengurangi kemacetan dan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Sejumlah kajian internasional, termasuk praktik pembangunan jaringan metro di berbagai kota dunia, menunjukkan kerahasiaan rute pada tahap awal kerap diterapkan untuk menjaga stabilitas harga lahan hingga proses perencanaan selesai.

Pemerintah memastikan keterbukaan informasi tetap akan dilakukan setelah seluruh kajian teknis, finansial, dan pengadaan lahan mencapai tahapan yang tepat. Dengan demikian, proyek dapat berjalan lebih efisien tanpa memicu lonjakan harga tanah yang justru merugikan masyarakat luas dan memperbesar biaya investasi.

Langkah Kementerian Perhubungan ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara transparansi pembangunan dan perlindungan kepentingan publik. Pemerintah berharap proyek MRT Lebak Bulus–Serpong dapat menjadi tulang punggung mobilitas baru di kawasan selatan Jakarta, sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah penyangga ibu kota.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.