HONG KONG, Radarjakarta.id – Pemerintah Hong Kong membuka peluang untuk kembali menyesuaikan tarif tol pada tiga terowongan utama yang menghubungkan kawasan lintas pelabuhan. Langkah ini dipertimbangkan setelah volume kendaraan tercatat melampaui tingkat tertinggi sebelum kebijakan tarif berbasis waktu (time-varying tolls) diberlakukan pada akhir 2023.
Dalam dokumen yang disampaikan Departemen Transportasi Hong Kong kepada Dewan Legislatif (LegCo), pemerintah menilai kebijakan tarif harus tetap fleksibel agar mampu mengendalikan lonjakan kendaraan, khususnya pada jam-jam sibuk. Meski reformasi tarif sebelumnya berhasil mengurangi kepadatan di sejumlah periode, antrean kendaraan masih sering meluas hingga ke jalan penghubung dan jalur non-terowongan.
Data resmi menunjukkan rata-rata lalu lintas harian pada hari kerja di tiga penyeberangan pelabuhan mencapai sekitar 284.700 kendaraan sepanjang Januari hingga April 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan kondisi sebelum sistem tarif baru diterapkan pada penghujung 2023, sekaligus menjadi rekor baru volume kendaraan di kawasan tersebut.
Departemen Transportasi menegaskan kondisi lalu lintas secara umum memang masih lebih baik dibandingkan sebelum reformasi diberlakukan. Namun, peningkatan jumlah kendaraan pada waktu-waktu tertentu dinilai mulai mengurangi efektivitas kebijakan yang selama ini diterapkan. Karena itu, perubahan struktur tarif berdasarkan waktu dinilai menjadi salah satu opsi untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
Sejumlah pengamat transportasi menilai kebijakan tarif dinamis telah menjadi tren di berbagai kota besar dunia untuk mengurangi kemacetan sekaligus mengoptimalkan penggunaan infrastruktur. Namun, setiap penyesuaian tarif tetap harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, pelaku usaha, hingga aktivitas logistik agar tidak menimbulkan beban ekonomi baru.
Pemerintah Hong Kong menegaskan evaluasi terhadap sistem tarif akan terus dilakukan secara berkala berdasarkan perkembangan volume kendaraan dan kondisi lalu lintas di lapangan. Jika kepadatan terus meningkat, penyesuaian tarif lintas pelabuhan dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kelancaran transportasi perkotaan.***











