JAKARTA, Radarjakarta.id – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melantik kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (8/6/2026). Dalam keputusan yang langsung menjadi sorotan publik, Istana menetapkan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi dua wakil yakni Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.
Pergantian pucuk pimpinan ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lembaga yang mengelola program besar Makan Bergizi Gratis (MBG), yang anggarannya disebut mencapai skala triliunan rupiah dan menjadi salah satu program prioritas nasional.
Sejumlah media nasional seperti Kompas, Detik, Antara, CNN Indonesia, Tempo, hingga CNBC Indonesia menyoroti bahwa pelantikan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap efektivitas dan pengawasan program MBG yang terus diperluas ke berbagai daerah.
Sosok “Keras dan Tanpa Kompromi” Dipilih Istana
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penunjukan Nanik bukan tanpa pertimbangan matang. Ia menyebut karakter kepemimpinan yang tegas menjadi alasan utama.
“Beliau salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” ujar Prasetyo Hadi usai memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2026).
Menurut Prasetyo, Nanik dinilai memahami betul ritme kerja internal BGN karena pernah menjabat sebagai wakil kepala lembaga tersebut. Pengalaman itu dianggap menjadi modal penting untuk mempercepat evaluasi dan pembenahan internal.
BGN di Tengah Sorotan Publik
BGN saat ini menjadi salah satu lembaga paling disorot karena mengelola program strategis nasional yang berdampak langsung pada jutaan anak sekolah dan kelompok rentan.
Pergantian kepemimpinan ini juga terjadi setelah periode sebelumnya diwarnai dinamika internal, termasuk laporan sejumlah media nasional yang menyebut adanya proses hukum yang menyeret mantan pejabat di lingkungan lembaga tersebut. Kondisi ini membuat posisi strategis BGN menjadi perhatian serius pemerintah.
Sejalan dengan itu, Istana menilai diperlukan figur yang mampu mengambil keputusan cepat, disiplin, dan tidak ragu melakukan pembenahan struktural.
Sinyal Percepatan atau Bersih-Bersih?
Langkah Prabowo melantik pimpinan baru BGN dipandang sejumlah pengamat sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mempercepat pelaksanaan program MBG sekaligus memperketat pengawasan.
Di sisi lain, pergantian ini juga memunculkan spekulasi publik: apakah ini sekadar penyegaran organisasi, atau bagian dari langkah lebih besar untuk “bersih-bersih” dan restrukturisasi total lembaga yang memegang program strategis nasional tersebut.
Yang jelas, publik kini menunggu langkah awal kepemimpinan baru BGN apakah akan langsung tancap gas memperbaiki distribusi program gizi, atau melakukan audit besar-besaran internal sebelum ekspansi berikutnya.*”*











