JAKARTA, Radarjakarta.id – Film horor-komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih langsung mencetak sejarah di industri perfilman nasional setelah meraih 212.469 penonton pada hari pertama penayangannya. Capaian tersebut menjadikannya film dengan pembukaan tertinggi sepanjang 2026 dan melampaui raihan film pertamanya yang dirilis pada 2024.
Disutradarai Bayu Skak dan diproduseri Chand Parwez Servia, film ini kembali mengisahkan petualangan lima sahabat yang terjebak dalam teror mistis di kawasan Gunung Klawih. Di balik balutan komedi khas yang mengundang tawa, tersimpan misteri gelap, kutukan, serta ancaman yang menguji persahabatan mereka hingga batas terakhir.
Berbeda dengan film pertamanya, sekuel ini menghadirkan konflik yang lebih dewasa dan menegangkan. Penonton diajak mengikuti perjalanan para tokoh yang harus menghadapi konsekuensi dari keputusan-keputusan masa lalu, sekaligus mengungkap rahasia mengerikan yang tersembunyi di balik legenda Gunung Klawih.
Kekuatan utama film ini terletak pada perpaduan horor lokal, komedi segar, dan chemistry para pemain yang sudah dikenal publik. Kehadiran Bayu Skak, Nadya Arina, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, hingga Joshua Suherman membuat cerita terasa hidup dan dekat dengan keseharian penonton Indonesia.
Selain menyajikan hiburan, Sekawan Limo 2 juga membawa pesan moral tentang bahaya mencari jalan pintas dalam hidup. Film ini menegaskan bahwa setiap pilihan memiliki risiko dan konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan, menjadikannya tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur tetapi juga sarat makna.
Melihat tingginya antusiasme publik, jumlah layar dan jadwal tayang film ini terus bertambah di berbagai daerah. Dengan awal yang sangat kuat, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih kini berpeluang menjadi salah satu film Indonesia terlaris tahun 2026 sekaligus memperkokoh posisi waralaba Sekawan Limo sebagai fenomena baru perfilman nasional.***











